Hasil Swab Negatif, Warga Godean Sujud Syukur di Pintu Masuk Dusun

Sabtu, 04 Juli 2020 - 16:56 WIB
loading...
Hasil Swab Negatif,...
Warga dan tokoh masyarakat melakukan sujud syukur setelah 9 warga dinyatakan negativ Corona. FOTO : IST
A A A
SLEMAN - Warga Dusun Karakan, Sidomoyo, Godean, Sleman nampak senang dan lega. Ini lantaran sembilan warga Karakan yang reaktif COVID-19, uji swabnya dua kali hasilnya negatif, Jumat (3/7/2020) sehingga dinyatakan negatif COVID-19. Atas hasil itu merekapun melakukan sujud syukur di jalan pintu masuk Dusun Karakan.

Dukuh Karakan, Sidomoyo, Godean, Sleman, Wisnu Hardono mengatakan, sembilan warga Karakan itu menjalani swab, berawal saat ada pendatang yang kos di Karakan diketahui positif COVID-19. Sebagai tindaklanjutnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman melakukan rapid diagnostik test (RDT) atau tes cepat corona terhadap 50 warga sekitar. Hasilnya sembilan warga diketahui rektif COVID-19.

Sembilan warga itu kemudian menjalani karantina mandiri dan di-swab untuk mengetahui positif atau negatif COVID-19. Selama karantina mereka mendapat pengawasan dan dicek oleh tim medis serta masyarakat. Setelah dilakukan swab sebanyak dua kali, hasilnya negatif. Sehingga sembilan warga tersebut dinyatakan negatif corona.

“Dengan hasil ini, maka di Karakan tidak ada warganya yang positif dan bebas corona. Untuk pendatang yang positif saat ini dirawat di rumah sakit,” kata Wisnu, Sabtu (4/7/2020).

Menurut Wisnu, dengan ditemukannya kasus COVID-19, tidak hanya berdampak pada sembilan warga tersebut, namun semua warga Karakan aktivitasnya juga menjadi terbatas. Terutama saat keluar dari lingkungan dusun, warga dusun lain menjauhi karena khawatir dengan kondisi mereka.

“Karena itu, sebagai ungkapan rasa syukur kami melakukan sujud syukur di jalan masuk dusun, Jumat (3/7/2020),” paparnya. (Baca juga : Kecamatan di Sleman Tidak Ada Zona Merah COVID-19 )

Wisnu menjelaskan wujud syukur ini juga sebagai upaya pengembalian kepercayaan masyarakat luas bahwa warga Karakan dalam kondisi baik dan berharap warga tidak mendapat perlakuan yang berbeda.

“Kita dalam kondisi baik, hasil swab pun juga menyatakan negatif. Jadi ini bentuk untuk meyakinkan orang di luar jika kita sehat,” tandasnya

Wismu menambahkan selama pandemi corona, masyarakat Karakan menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah seperti memakai masker, cuci tangan, jaga jarak, bahkan keluar rumah hanya seperlunya saja.

Camat Godean Sarjono mengatakan, untuk memulihkan situasi dan kondisi masyarakat segara akan membuat surat keteragan jika dusun dan warga Karakan aman. Ini penting sebab dengan peristiwa itu dampaknya luar biasa. “Surat itu nantinya juga bisa digunakan warga Karakan ke tempat kerjanya,” terangnya.
(nun)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perayaan 1 Dekade, Environesia...
Perayaan 1 Dekade, Environesia Group Gelar Aksi Donor Darah
Ahli Hukum Nilai Kasus...
Ahli Hukum Nilai Kasus Sri Purnomo Dipaksakan, Tak Bisa Dihukum jika Tidak Ada Mens Rea
Ahli Hukum Pemilu: Dugaan...
Ahli Hukum Pemilu: Dugaan Pelanggaran Pilkada Semestinya Diproses melalui Bawaslu
Keputusan Kejari Sleman...
Keputusan Kejari Sleman Menutup Perkara Hogi Minaya Dinilai Tepat
Sang Suami Dijadikan...
Sang Suami Dijadikan Tersangka Kasus Penjambret Tewas di Sleman, Istri Minta Keadilan
3 Tewas Akibat Kecelakaan...
3 Tewas Akibat Kecelakaan KA Bangunkarta Tabrak Mobil dan Motor di Prambanan Sleman
Kejari Sleman Minta...
Kejari Sleman Minta Maaf dan Siap Hentikan Perkara Hogi Minaya
Kasat Lantas Polresta...
Kasat Lantas Polresta Sleman Ikut Dicopot Buntut Kasus Hogi Minaya
7 Fakta Kasus Hogi Minaya:...
7 Fakta Kasus Hogi Minaya: Suami Bela Istri, Berujung Tersangka
Rekomendasi
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
Alwi Farhan Jagokan...
Alwi Farhan Jagokan Portugal di Piala Dunia 2026: Cristiano Ronaldo For The Last Dance!
Berita Terkini
3.161 Personel Gabungan...
3.161 Personel Gabungan Disiagakan Jelang Eksekusi Hotel Sultan Hari Ini
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh...
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh Yusuf Sebut Gus Salam Layak Jadi Ketua Umum PBNU
BMKG: Indonesia Bagian...
BMKG: Indonesia Bagian Selatan Makin Kering, Musim Kemarau Meluas
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved