Massa Pendukung Padati Rumah Lukas Enembe, Akses Jalan Masuk Diblokade
Kamis, 29 September 2022 - 20:51 WIB
loading...
Polisi berjaga di sejumlah titik di Jayapura. Sementara massa pendukung memadati rumah pribadi Gubernur Papua Lukas Enembe di Koya Tengah, Muara Tami, Kota Jayapura. Foto/Chanry Andrew Suripaty
A
A
A
JAYAPURA - Massa pendukung dan kerabat memadati rumah pribadi Gubernur Papua Lukas Enembe yang berada di Kampung Koya Tengah, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Kamis (29/9/2022).
Akses jalan masuk menuju kediaman Lukas Enembe diblokade oleh pendukungnya. Meski demikian, aktivitas masyarakat di Kampung Koya Tengah berjalan seperti biasa.
Baca juga: Massa Bersenjata Perang Tradisional Jaga Ketat Rumah Lukas Enembe
Massa datang untuk memberikan dukungan moril terhadap Lukas Enembe agar dapat melewati persoalan hukum yang membelitnya.
Lantaran akses jalan masuk masih diblokade, maka tidak ada tamu lain yang masuk ke kediaman Lukas Enembe selain kerabat dan pendukungnya.
Sejak beredar isu penjemputan paksa Lukas Enembe oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), warga menjadi khawatir. Dampaknya pedagang mengaku sepi pembeli.
Aisyah, pedagang buah mengaku pasar tradisional kini sepi pembeli. "Aktifitas lancar-lancar saja. Namun karena isu itu (penjemputan) orang kayaknya jadi enggan ke luar. Jadi pembeli memang menurun," ujarnya.
Baca juga: Jadi Tersangka Korupsi, Gubernur Papua Lukas Enembe Jatuh Sakit
Guna mengantisipasi situasi yang tidak dinginkan, Polsek Muara Tami terus meningkatkan patroli untuk memberikan rasa aman bagi warga.
Akses jalan masuk menuju kediaman Lukas Enembe diblokade oleh pendukungnya. Meski demikian, aktivitas masyarakat di Kampung Koya Tengah berjalan seperti biasa.
Baca juga: Massa Bersenjata Perang Tradisional Jaga Ketat Rumah Lukas Enembe
Massa datang untuk memberikan dukungan moril terhadap Lukas Enembe agar dapat melewati persoalan hukum yang membelitnya.
Lantaran akses jalan masuk masih diblokade, maka tidak ada tamu lain yang masuk ke kediaman Lukas Enembe selain kerabat dan pendukungnya.
Sejak beredar isu penjemputan paksa Lukas Enembe oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), warga menjadi khawatir. Dampaknya pedagang mengaku sepi pembeli.
Aisyah, pedagang buah mengaku pasar tradisional kini sepi pembeli. "Aktifitas lancar-lancar saja. Namun karena isu itu (penjemputan) orang kayaknya jadi enggan ke luar. Jadi pembeli memang menurun," ujarnya.
Baca juga: Jadi Tersangka Korupsi, Gubernur Papua Lukas Enembe Jatuh Sakit
Guna mengantisipasi situasi yang tidak dinginkan, Polsek Muara Tami terus meningkatkan patroli untuk memberikan rasa aman bagi warga.
Lihat Juga :