Wagub Uu Punya Pendapat Berbeda soal Rhoma Tampil di Bogor, Ini Katanya
Jum'at, 03 Juli 2020 - 20:35 WIB
loading...
A
A
A
Seusai acara, Pemkab dan Polres Bogor turun tangan. Mereka memanggil penyelenggara hajatan dan Rhoma Irama. Hajatan itu dianggap melanggar ketentuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Kejadian Rhoma Irama itu berdampak jadi kegaduhan, terutama di media sosial. Hajatan dengan mengundang massa banyak itu disayangkan sejumlah pihak karena di tengah pemerintah meminta warganya tidak berkerumun.
Gubernur Jabar Ridwan Kamil pada 1 Juli di Mapolda Jabar, sempat mengatakan dia menyayangkankan terjadi kerumunan dalam hajatan warga Pamijahan Kabupaten Bogor dengan mengundang Roma Irama.
"Semua harus patuhi aturan di tengah pandemi. Kejadian di Bogor pelanggarannya banyak, mengundang massa yang banyak, berdesakan, berteriak-teriak. Harusnya sudah dihitung dari awal, ada pertunjukan musik, warga pasti terbawa," tegas Ridwan Kamil.
Gubernur yang akrab disapa Kang Emil ini mengemukakan, kepatuhan warga dalam menjalankan protokol kesehatan sangat penting meski saat ini sudah memasuki fase Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).
Kejadian Rhoma Irama itu berdampak jadi kegaduhan, terutama di media sosial. Hajatan dengan mengundang massa banyak itu disayangkan sejumlah pihak karena di tengah pemerintah meminta warganya tidak berkerumun.
Gubernur Jabar Ridwan Kamil pada 1 Juli di Mapolda Jabar, sempat mengatakan dia menyayangkankan terjadi kerumunan dalam hajatan warga Pamijahan Kabupaten Bogor dengan mengundang Roma Irama.
"Semua harus patuhi aturan di tengah pandemi. Kejadian di Bogor pelanggarannya banyak, mengundang massa yang banyak, berdesakan, berteriak-teriak. Harusnya sudah dihitung dari awal, ada pertunjukan musik, warga pasti terbawa," tegas Ridwan Kamil.
Gubernur yang akrab disapa Kang Emil ini mengemukakan, kepatuhan warga dalam menjalankan protokol kesehatan sangat penting meski saat ini sudah memasuki fase Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).
(awd)
Lihat Juga :