Wagub Uu Punya Pendapat Berbeda soal Rhoma Tampil di Bogor, Ini Katanya

Jum'at, 03 Juli 2020 - 20:35 WIB
loading...
Wagub Uu Punya Pendapat...
Wagub Jabar Uu Rhuzanul Ulum. Foto/SINDOnews/Dok
A A A
BANDUNG - Penampilan Raja Dangdut Rhoma Irama bersama Rita Sugiarto di Pamijahan, Kabupaten Bogor pada Minggu (28/6/2020) lalu, memicu polemik.

Pemprov Jabar dan Pemkab Bogor dibuat kelimpungan. Pasalnya, pascakonser Rhoma, Pemkab Bogor harus melakukan pelacakan, dilanjutkan dengan rapid dan swab test ratusan orang yang hadir di acara itu. (BACA JUGA: Turun ke Zona Kuning COVID-19, Sekda KBB Bilang Begini )

Diketahui, penampilan Rhoma Irama mengundang ratusan penggemar untuk hadir di acara itu. Sebagian besar orang yang hadir tak menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus Corona (COVID-19). (BACA JUGA: Reproduksi COVID-19 Naik, Gubernur Tak Akan Berlakukan Lagi PSBB Provinsi )

Banyak yang tak mengenakan masker, berkerumun tanpa menerapkan physical-social distancing (jaga jarak fisik dan sosial). Mereka berjoged saling berdekatan, tanpa jarak. (BACA JUGA: 8 Daerah di Jabar Turun Kelas ke Zona Kuning saat New Normal )

Gubernur Jabar Ridwan Kamil pun sangat menyayangkan acara dengan menampilkan Rhoma Irama tetap digelar meski Pemkab Bogor tak mengeluarkan izin. (BACA JUGA: 6 Pekan di Posisi Aman, Reproduksi COVID-19 Jabar Naik Lagi di Angka 1,01 )

Namun, pendapat berbeda justru diutarakan Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum. Kepada wartawan, Uu menyatakan, secara pribadi dirinya berharap kasus Rhoma Irama tak berlanjut ke meja hijau.

"Saya berharap Pemkab Bogor tak membawa masalah Rhoma Irama ke meja hijau atau jalur hukum," kata Uu dihubungi wartawan melalui telepon seluler, Jumat (3/7/2020).

Menurut Uu, meski ada unsur pelanggar dalam penyelenggaraan acara yang dihadiri Rhoma Irama itu, tetapi tak semua masalah harus diselesaikan secara hukum.

"Sekalipun dalam kejadian di Bogor itu ada tafsir pelanggaran, tapi kan tidak semua pelanggaran harus berakhir dengan hukum. Kan ada permusyawaratan. Bisa diselesaikan secara musyawarah," ujar Uu.

Wagub menuturkan, tak perlu menambah persoalan yang menimbulkan kegaduhan. "Saya berharap Jabar adem (tenang). Apalagi kan penanganan COVID-19 di Jabar sudah bagus. Masa harus gaduh lagi. Masalah HTI, RUU HIP, sudah gaduh sekali. Masa mau tambah kegaduhan lagi," tutur Wagub.

Uuu mengatakan, pimpinan di Bogor bisa lebih bijaksana dalam menangani kasus Rhoma Irama. "Jadi disini pemimpin harus bijak. Kan ada kebijaksanaan pemimpin. Kebijaksanaan itu tidak sesuai yuridis formal, tapi demi kemaslahatan bersama," kata Uu.

Uu menilai, Rhoma Irama banyak berjasa bagi syiar Islam di Indonesia lewat berkesenian, musik dangdut. "Jadi, menurut hemat kami, Pemkab Bogor harus bijaksana. Masa ada pemerintah memejahijaukan, justru (Rhoma) harus dilindungi. Dengan pemberitaan ini, Bang Rhoma atau penyelengara acara, sudah terhukum lewat hukuman sosial. Saya yakin mereka tidak akan mengulangi," ungkap Wagub.

Meski memberikan pembelaan, tetapi Uu mengaku bukan penggema Raja Dangdut Rhoma Irama. "Bukan berarti saya fans, penggemar, tapi tolong jangan nambah kegaduhan. Mending fokus gimana Jabar bisa lebih baik, lebih tenang. Kan peristiwanya juga sudah terjadi, sekarang mah ambil hikmahny," kata Wagub.

Seperti diberitakan, Rhoma Irama menghadiri hajatan salah seorang mantan personel Soneta Group. Di acara ini, Bang Rhoma menyanyikan lagu hitsnya.

Seusai acara, Pemkab dan Polres Bogor turun tangan. Mereka memanggil penyelenggara hajatan dan Rhoma Irama. Hajatan itu dianggap melanggar ketentuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Kejadian Rhoma Irama itu berdampak jadi kegaduhan, terutama di media sosial. Hajatan dengan mengundang massa banyak itu disayangkan sejumlah pihak karena di tengah pemerintah meminta warganya tidak berkerumun.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil pada 1 Juli di Mapolda Jabar, sempat mengatakan dia menyayangkankan terjadi kerumunan dalam hajatan warga Pamijahan Kabupaten Bogor dengan mengundang Roma Irama.

"Semua harus patuhi aturan di tengah pandemi. Kejadian di Bogor pelanggarannya banyak, mengundang massa yang banyak, berdesakan, berteriak-teriak. Harusnya sudah dihitung dari awal, ada pertunjukan musik, warga pasti terbawa," tegas Ridwan Kamil.

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil ini mengemukakan, kepatuhan warga dalam menjalankan protokol kesehatan sangat penting meski saat ini sudah memasuki fase Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).
(awd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Peringati HJB ke-544,...
Peringati HJB ke-544, Karang Taruna Gelar Turnamen Voli Istimewa 2026 di Desa Malasari
Hujan Lebat dan Angin...
Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Kabupaten Bogor, Puluhan Rumah Rusak dan Tanggul Jebol
Wakil Ketua DPRD Minta...
Wakil Ketua DPRD Minta Pemprov Jabar Antisipasi Kekeringan Ekstrem
Mendagri Minta Warga...
Mendagri Minta Warga Direlokasi dan Reboisasi Kawasan Rawan Longsor di Cisarua Bandung
Dorongan Pemekaran Kabupaten...
Dorongan Pemekaran Kabupaten Bogor Barat dan Bogor Timur Menguat
Masyarakat Desak Gubernur...
Masyarakat Desak Gubernur Jabar Atasi Macet Horor di Cileungsi
Grab Indonesia Tebar...
Grab Indonesia Tebar Kebaikan Ramadan Lewat Inisiatif Rhoma Don’t
Orang Tua Siswa Datangi...
Orang Tua Siswa Datangi KPAI, Perjuangkan Hak Pendidikan 500 Lebih Siswa SMK IDN Bogor
KPK Hibahkan Tanah dan...
KPK Hibahkan Tanah dan Bangunan Senilai Rp16,39 Miliar ke Pemprov Jabar
Rekomendasi
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Argentina vs Aljazair:...
Argentina vs Aljazair: Messi dan Misi Pertahankan Takhta Piala Dunia
Berita Terkini
5 Titik Demo di Jakarta...
5 Titik Demo di Jakarta Hari Ini, Bundaran HI hingga Gedung DPR
Budiman Sudjatmiko Ungkap...
Budiman Sudjatmiko Ungkap Dialog dengan Mahasiswa di UGM Gagal Terjadi: Ada Penghakiman
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved