Turun ke Zona Kuning COVID-19, Sekda KBB Bilang Begini

Jum'at, 03 Juli 2020 - 19:57 WIB
loading...
Turun ke Zona Kuning...
Sekda KBB Asep Sodikin. Foto/Dok.SINDOnews
A A A
BANDUNG BARAT - Berdasarkan hasil evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Pandemi COVID-19 Provinsi Jawa Barat, satus level kewaspadaan COVID-19 Kabupaten Bandung Barat (KBB) turun menjadi kuning dari asalnya biru.

Namun hasil evaluasi tersebut dinilai tidak tepat akibat terdapat perbedaan data antara GTPP COVID-19 KBB dengan yang dimiliki pihak Pemprov Jawa Barat. (BACA JUGA: 8 Daerah di Jabar Turun Kelas ke Zona Kuning saat New Normal )

"Bukan berarti kami mempertanyakan hasil evaluasi itu, tapi rilnya memang ada data-data yang berbeda dan sudah kami klarifikasi," kata Sekretaris Daerah (Sekda) KBB Asep Sodikin, Jumat (3/7/2020). (BACA JUGA: Reproduksi COVID-19 Naik, Gubernur Tak Akan Berlakukan Lagi PSBB Provinsi )

Asep mengakui jika berdasarkan evaluasi GTPP COVID-19 Provinsi Jawa Barat jika dari 8 kabupaten/kota yang turun dari zona biru ke kuning salah satunya adalah KBB. (BACA JUGA: 6 Pekan di Posisi Aman, Reproduksi COVID-19 Jabar Naik Lagi di Angka 1,01 )

Kondisi tersebut jelas tidak sesuai ekspektasi dari Pemda KBB yang menargetkan dari zona biru menjadi hijau. Ini tentunya menjadi perhatian agar jangan sampai muncul kasus baru COVID-19 di KBB.

Pihaknya juga setiap hari mengupdate perkembangan kasus dan penanganan COVID-19 di KBB ke pihak Provinsi Jawa Barat. Hanya di periode ini ada perbedaan terkait jumlah kasus dan tingkat kesembuhannya.

Pada periode keenam dari PSBB, secara kumulatif jauh lebih besar kasusnya yang ada di laporan evaluasi GTPP COVID-19 Jabar.

Itu yang diperkirakan menjadikan dasar KBB kembali masuk menjadi zona kuning. Sehingga saat ini dirinya sedang melakukan klarifikasi dengan pihak provinsi terkait kajian epidimologi. Sebab tidak ada pasien COVID-19 yang terjangkit di wilayah KBB.

"Datanya memang tidak sesuai. Contoh untuk kasus Parongpong ternyata sudah tiga tahun tinggal di Kota Bandung. Seperti yang begitu, kan bukan warga KBB lagi," ujar dia.

Secara total, tutur Asep, ada 11 kasus yang sudah diklarifikasi ternyata tidak berada di KBB. Tapi berpengaruh terhadap penilaian rasio persebaran angka reproduksi efektif (Rt) COVID-19.

Status kewaspadaan kuning KBB saat ini sifatnya dinamis yang artinya terus bergerak dan suatu saat bisa berubah ke biru bahkan hijau. Untuk itu kajian epidemologi lebih lanjut terhadap data akan dilakukan oleh Bappelitbangda dan Dinkes KBB.

"Kajian epidomologi terus dilakukan termasuk evaluasi data tingkat kesembuhan dan sebaran. Hal itu bisa mempengaruhi penilaian, sehingga datanya harus cepat masuk dan update," tutur Asep.

Seperti diketahui berdasarkan evaluasi GTPP COVID-19 Provinsi Jawa Barat, satus level kewaspadaan COVID-19 KBB turun menjadi kuning dari asalnya biru.

Wilayah berstatus zona kuning kini jumlahnya 16 kabupaten/kota, biru 10 kabupaten/kota, dan hijau satu kota, yakni Kota Sukabumi. Khusus Bandung Raya, Kota Bandung kini naik jadi zona biru, sedangkan kabupaten/kota lainnya menjadi zona kuning.
(awd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
113 Warga Terdampak...
113 Warga Terdampak Longsor Cisarua Bandung Barat
Siswi SMKN 1 Cihampelas...
Siswi SMKN 1 Cihampelas Meninggal Mirip Keracunan, Menkes: Kematiannya 3-4 Hari Setelah Makan MBG
Siswi SMKN 1 Cihampelas...
Siswi SMKN 1 Cihampelas Meninggal Diduga Keracunan, Dinkes Bandung Barat Klaim Bukan karena MBG
Warga Kabupaten Bandung...
Warga Kabupaten Bandung Barat Positif Virus Hanta usai Digigit Tikus Ciwidey
Viral Guru Biologi di...
Viral Guru Biologi di Bandung Barat Minta Siswa SMA Gambar Alat Kelamin dan Direkam
Pesta Sabu, Ketua Bawaslu...
Pesta Sabu, Ketua Bawaslu KBB Ditangkap Polisi
Istana Janji Tangani...
Istana Janji Tangani Keracunan MBG Ratusan Siswa di Bandung Barat: Jangan sampai Terjadi Demoralisasi
Kemenkes Terbitkan Surat...
Kemenkes Terbitkan Surat Edaran Waspada Peningkatan Covid-19, Ini Isinya!
California Umumkan Keadaan...
California Umumkan Keadaan Darurat Wabah Virus
Rekomendasi
Confeti Love hingga...
Confeti Love hingga Moonlit Blush, Ini Makna di Balik Pendant Koleksi Baru Nagita Slavina x ISAGO
Veloz Hybrid EV Keliling...
Veloz Hybrid EV Keliling Sulawesi 40 Hari Nonstop, Untuk Apa?
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Berita Terkini
Kasus Penipuan Hanania...
Kasus Penipuan Hanania Travel, Polda Metro Periksa 70 Saksi
Kuasa Hukum Roy Suryo...
Kuasa Hukum Roy Suryo Beberkan Konstruksi Laporan Terhadap Lechumanan dan Rismon
Kader PPP Segera Laporkan...
Kader PPP Segera Laporkan Taj Yasin, Agus Suparmanto, dan Thobahul Aftoni ke Polda Metro
PTUN Serang Tutup Gugatan...
PTUN Serang Tutup Gugatan Yayasan Syarif Hidayatullah, Pengacara: Kepemilikan UIN Jakarta Kian Tegas
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
Program Perempuan Berdaya...
Program Perempuan Berdaya Sandiaga Uno, Peserta Raup Pesanan Jutaan Rupiah
Infografis
Jadwal Imsakiyah Ramadan...
Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H, Kamis 19 Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved