alexametrics

Aksi Tolak TKA China di Kendari Berlanjut, Massa Meminta Kepala Imigrasi Mundur

loading...
Aksi Tolak TKA China di Kendari Berlanjut, Massa Meminta Kepala Imigrasi Mundur
Aksi unjuk rasa penolakan masuknya ratusan tenaga kerja asing di wilayah Konawe, Sulawesi Tenggara masih terus disuarakan sejumlah kelompok pemuda dan mahasiswa di Kota Kendari. Foto iNews TV/F Tamenk
A+ A-
KENDARI - Aksi unjuk rasa penolakan masuknya 500 tenaga kerja asing (TKA) China di wilayah Konawe, Sulawesi Tenggara masih terus disuarakan sejumlah kelompok pemuda dan mahasiswa di Kota Kendari, Jumat (3/7/2020).

Aksi unjuk rasa kali ini datang dari kelompok pemuda dan mahasiswa Sultra Bergerak se- Kota Kendari yang digelar di Depan Kantor Imigrasi Kendari. Dimana puluhan massa pengunjuk rasa meminta agar Kepala Kantor Imigrasi Kendari dapat menunda kedatangan ratusan TKA China pada gelombang ke 3 yang dijadwalkan akan kembali masuk pada 7 Juli mendatang.

Aksi unjuk rasa diwarnai dengan pembakaran ban bekas dan blokade jalan. Pendemo juga membawa keranda mayat replika untuk Kepala Kantor Imigrasi yang dianggap tidak becus mengatasi persoalan masuknya TKA di tengah pandemi COVID -19 yang membuat warga resah.

Karena tak kunjung ditemui Kepala Imigrasi massa mencoba masuk paksa dengan mendobrak pagar kantor sempat terjadi ketegangan antara pengunjuk rasa dan seorang pegawai Imigrasi yang mendatangi pengunjuk rasa dengan mengacungkan jari tengah kepada pendemo. (Baca:Suap Mantan Bupati Bengkalis, Ketua DPRD Riau Diduga Terima Uang 'Ketok Palu')



“Kami pengunjuk rasa meminta agar Kepala Imigrasi dapat menunda masuknya TKA gelombang ke 3 jika tidak Kepala Imigrasi diminta untuk mundur dari jabatannya,” kata Awal koordinator aksi.

Massa mengancam jika aksi mereka tidak dipenuhi maka akan kembali datang melakukan unjuk rasa dengan jumlah massa yang lebih banyak lagi dan akan menduduki kantor imigrasi.
Diketahui Tenaga Kerja Asing asal China telah masuk ke Konawe, Sulawesi Tenggara dalam 2 tahap . Dimana gelombang pertama tiba pada 23 Juni lalu dengan jumlah 156 TKA.



Sementara gelombang ke 2 tiba pada 30 Juni dengan jumlah 105 orang TKA. Sedangkan gelombang ke 3 direncanakan akan masuk ke Sultra pada tanggal 7 Juli mendatang.

Sebanyak 500 TKA China yang masuk ke wilayah Konawe, Sulawesi Tenggara akan bekerja pada dua perusahaan pemurnian nikel yakni PT VDNI dan PT OSS untuk menyelesaikan 33 tungku pabrik yang hingga saat ini belum terselesaikan.
(sms)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak