Ekskavasi Kedua Situs Pendarmaan Raja Singasari Akan Dilakukan Bulan Depan
Kamis, 02 Juli 2020 - 20:21 WIB
loading...
A
A
A
Jika mengacu pada serat Pararaton, kata Wicak, pada abad ke-13, Kumitir merupakan lokasi pendharmaan Mahisa Cempaka atau Narasinghamurti dan Wisnuwardhana. Keduanya merupakan raja Kerajaan Tumapel atau lebih dikenal sebagai Singasari. Tempat pendharmaan adalah monumen untuk memperingati kematian. Atau tempat peribadatan khusus.
"Bagian timur ketinggiannya 48 mdpl (meter dari permukaan laut), bagian barat 46 koma sekian mdpl. Ada selisih sekitar 1,5 sampai 2 meter," imbuhnya.
Menurut Wicak, kegiatan pra-ekskavasi ini sangat penting. Sebab, kegiatan ini nantinya akan menjadi acuan proses ekskavasi kedua yang bakal dilakukan pada Agustus 2020 mendatang. Ekskavasi jilid kedua itu, kata Wicak, bakal dilakukan selama 30 hari. Diharapkan struktur talud ini bisa tersingkap seluruhnya.
"Ekskavasi akan dilakukan bulan Agustus nanti. Kami juga akan membuka sebagian kecil area makam Dusun Bendo, Desa Kumitir ini untuk mencari jejak pondasi candi tempat pendarmaan Raja Singasari ini," terang Wicak.
Untuk diketahui, BPCB Jatim di Trowulan, mulai melakukan eskavasi temuan situs Kumitir pada 21-30 Oktober 2019 lalu. Eskavasi tersebut, merupakan tindak lanjut pasca temuan struktur bata kuno pada 19 Juni 2019 lalu. Namun, ekskavasi selama 10 hari, tak cukup mengungkap tabir dibalik temuan struktur bata kuno itu.
"Bagian timur ketinggiannya 48 mdpl (meter dari permukaan laut), bagian barat 46 koma sekian mdpl. Ada selisih sekitar 1,5 sampai 2 meter," imbuhnya.
Menurut Wicak, kegiatan pra-ekskavasi ini sangat penting. Sebab, kegiatan ini nantinya akan menjadi acuan proses ekskavasi kedua yang bakal dilakukan pada Agustus 2020 mendatang. Ekskavasi jilid kedua itu, kata Wicak, bakal dilakukan selama 30 hari. Diharapkan struktur talud ini bisa tersingkap seluruhnya.
"Ekskavasi akan dilakukan bulan Agustus nanti. Kami juga akan membuka sebagian kecil area makam Dusun Bendo, Desa Kumitir ini untuk mencari jejak pondasi candi tempat pendarmaan Raja Singasari ini," terang Wicak.
Untuk diketahui, BPCB Jatim di Trowulan, mulai melakukan eskavasi temuan situs Kumitir pada 21-30 Oktober 2019 lalu. Eskavasi tersebut, merupakan tindak lanjut pasca temuan struktur bata kuno pada 19 Juni 2019 lalu. Namun, ekskavasi selama 10 hari, tak cukup mengungkap tabir dibalik temuan struktur bata kuno itu.
Lihat Juga :