Duel Maut 2 Santri di Pesisir Barat Lampung, 1 Tewas
Kamis, 15 September 2022 - 22:13 WIB
loading...
Polsek Pesisir Tengah Polres Lampung Barat berhasil mengamankan RZ (15), pelaku perkelahian yang menyebabkan korban DN (17) meninggal dunia, Kamis (15/9/2022). (Ist)
A
A
A
PESISIR BARAT - Polsek Pesisir Tengah Polres Lampung Barat berhasil mengamankan RZ (15), pelaku perkelahian yang menyebabkan korban DN (17) meninggal dunia , Kamis (15/9/2022). Peristiwa itu terjadi di Pondok Pesantren Al Falah Kelurahan Pasar Krui, Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat.
Kapolsek Pesisir Tengah Kompol Zaini Dahlan mendampingi Kapolres Lampung Barat AKBP Heri sugeng priyantho S.Ik. MH menjelaskan telah mengamankan terduga pelaku RZ (15) karena perkelahian yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Keduanya merupakan pelajar atau santri di Pondok Pesantren Al Falah, Kelurahan Pasar Krui, Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat. Kejadian ini dipicu karena pelaku merasa sakit hati dihukum oleh korban akibat terlambat mengikuti pengajian.
Setelah pengajian usai, pelaku meminta temannya memanggil korban untuk berkelahi. Setelah saling bertemu keduanya pun langsung berkelahi. Sebelumnya, pelaku sudah menyiapkan sebuah pisau yang diselipkan di pinggang kirinya sehingga pada saat perkelahian pelaku menusukkan pisau tersebut ke bagian pundak dan kepala dekat telinga, kemudian korban terjatuh ke tanah dengan luka tusuk.
"Pelaku sejak awal merasa kesal kepada korban lalu menyuruh seorang temannya untuk memanggil korban, setelah bertemu pelaku langsung menyerang korban dengan sebilah pisau yang telah pelaku siapkan sebelumnya," ujar zaini.
Kapolsek Pesisir Tengah Kompol Zaini Dahlan mendampingi Kapolres Lampung Barat AKBP Heri sugeng priyantho S.Ik. MH menjelaskan telah mengamankan terduga pelaku RZ (15) karena perkelahian yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Keduanya merupakan pelajar atau santri di Pondok Pesantren Al Falah, Kelurahan Pasar Krui, Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat. Kejadian ini dipicu karena pelaku merasa sakit hati dihukum oleh korban akibat terlambat mengikuti pengajian.
Setelah pengajian usai, pelaku meminta temannya memanggil korban untuk berkelahi. Setelah saling bertemu keduanya pun langsung berkelahi. Sebelumnya, pelaku sudah menyiapkan sebuah pisau yang diselipkan di pinggang kirinya sehingga pada saat perkelahian pelaku menusukkan pisau tersebut ke bagian pundak dan kepala dekat telinga, kemudian korban terjatuh ke tanah dengan luka tusuk.
"Pelaku sejak awal merasa kesal kepada korban lalu menyuruh seorang temannya untuk memanggil korban, setelah bertemu pelaku langsung menyerang korban dengan sebilah pisau yang telah pelaku siapkan sebelumnya," ujar zaini.
Lihat Juga :