alexametrics

Ormas Islam se Mojokerto Raya Demo Tolak RUU HIP dan TKA China

loading...
Ormas Islam se Mojokerto Raya Demo Tolak RUU HIP dan TKA China
Ratusan massa gabungan ormas Islam se-Mojokerto raya berunjuk rasa di gedung DPRD Kabupaten dan Kota Mojokerto, Kamis siang (2/7/2020). Foto iNews TV/Sholahudin
A+ A-
MOJOKERTO - Ratusan massa gabungan ormas Islam se-Mojokerto raya berunjuk rasa di gedung DPRD Kabupaten dan Kota Mojokerto, Kamis siang (2/7/2020). Aksi unjuk rasa dilakukan untuk menolak rencana Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila yang saat ini digodok DPR RI yang dinilai mengkerdilkan Pancasila dan akan menumbuhkan faham komunis di Indonesia
Ormas Islam se Mojokerto Raya Demo Tolak RUU HIP dan TKA China

Sebelum melakukan orasi di Gedung DPRD Kabupaten dan Kota Mojokerto ratusan massa ormas Islam melakukan konvoi keliling Kota Mojokerto, Kamis (2/7/2020). Aksi konvoi sambil membawa sejumlah spanduk dan poster penolakan RUU Haluan Ideologi Pancasila.

Selain itu para ormas Islam juga menolak datangnya tenaga kerja asing asal China. Tiba di depan Gedung DPRD Kabupaten dan Kota Mojokerto perwakilan ormas Islam melakukan orasi secara bergantian.(Baca: 2 Warga Diboyong Polisi, Warga Kembali Blokade Jalan Lintas Sumatera di Madina)
Ormas Islam se Mojokerto Raya Demo Tolak RUU HIP dan TKA China

Dalam orasinya mereka dengan tegas menolak RUU HIP karena dinilai akan membangkitkan kembali komunisme di Indonesia.

Selain melakukan orasi dengan menggunakan mobil komando para peserta aksi ini juga membentangkan spanduk dan banner dengan berbagai tulisan penolakan.

Khoirul Anam korlap aksi demo menilai, dengan adanya rancangan Undang Undang HIP dapat mengkerdilkan nilai luhur pancasila yang sudah dirumuskan oleh para ulama dan juga pendiri bangsa . Terlebih di dalam RUU tersebut juga terdapat indikasi bangkitnya komunis di Indonesia.
Ormas Islam se Mojokerto Raya Demo Tolak RUU HIP dan TKA China

Selain itu mereka juga menuntut penindakan tegas TKA China terutama para TKA ilegal pasalnya di masa pandemi ini para Tenaga Kerja Indonesia banyak yang kehilangan pekerjaan, sehingga dianggap lebih membutuhkan pekerjaan dibandingkan para TKA asal China.



Sejumlah perwakilan diterima oleh perwakilan dari DPRD Kabupaten dan Kota Mojokerto di hadapan para ormas Islam. Kedua lembaga ini mendukung aksi massa menolak RUU HIP dan akan mengirimkan surat dukungan kepada lembaga yang lebih atas di DPRD Provinsi Jawa Timur dan DPR-RI di Jakarta.
(sms)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak