Indonesia Bertutur Hari Kedua Dimeriahkan Prehistoric Body Theater Sampai Tulus
Jum'at, 09 September 2022 - 15:41 WIB
loading...
A
A
A
Sebanyak 40 UMKM yang telah dikurasi oleh Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Magelang menjadi bagian Indonesia Bertutur.
Penjualan tercatat di hari kedua festival mencapai lebih dari Rp40.000.000,- dengan ragam pangan dan kriya yang dijual mulai dari Rp5.000,-.
Penggemar film tari juga mendapat suguhan sajian film pendek dan film feature karya seniman mancanegara. Program Layarambha menampilkan film berjudul Anerca, Breath of Life karya Johannes dan Markku Lehmuskallio dari Finlandia.
Pada sesi malam, film berjudul Lucy karya Er Gao dan Touching the Skin of Eeriness karya sutradara Jepang Ryusuke Hamaguchi diputar di Layarambha.
Pada pukul 17.00 WIB diadakan Diskusi Film yang memperkaya Layarambha, dengan mengundang narasumber Garin Nugroho, Razan Wirjosandjojo, Ipul Ashyari, In Ainar Lawide, dan dimoderatori Akbar Yumni.
Diskusi tersebut membicarakan tentang pengalaman baru untuk partisipan workshop pre-event Indonesia Bertutur terkait praktik koreografi melalui medium sinematografi dan juga praktik artistik berdasarkan tema-tema riset heritage budaya.
Pertunjukan bertajuk Song for Sangiran 17 yang dibawakan oleh Prehistoric Body Theatre menjadi pertunjukan pembuka di Panggung Aksobya.
Penjualan tercatat di hari kedua festival mencapai lebih dari Rp40.000.000,- dengan ragam pangan dan kriya yang dijual mulai dari Rp5.000,-.
Penggemar film tari juga mendapat suguhan sajian film pendek dan film feature karya seniman mancanegara. Program Layarambha menampilkan film berjudul Anerca, Breath of Life karya Johannes dan Markku Lehmuskallio dari Finlandia.
Pada sesi malam, film berjudul Lucy karya Er Gao dan Touching the Skin of Eeriness karya sutradara Jepang Ryusuke Hamaguchi diputar di Layarambha.
Pada pukul 17.00 WIB diadakan Diskusi Film yang memperkaya Layarambha, dengan mengundang narasumber Garin Nugroho, Razan Wirjosandjojo, Ipul Ashyari, In Ainar Lawide, dan dimoderatori Akbar Yumni.
Diskusi tersebut membicarakan tentang pengalaman baru untuk partisipan workshop pre-event Indonesia Bertutur terkait praktik koreografi melalui medium sinematografi dan juga praktik artistik berdasarkan tema-tema riset heritage budaya.
Pertunjukan bertajuk Song for Sangiran 17 yang dibawakan oleh Prehistoric Body Theatre menjadi pertunjukan pembuka di Panggung Aksobya.
Lihat Juga :