Usai Bersetubuh di Kos, Cewek di Bali Dicekik dan Uangnya Dirampas Pasangan Kencannya

Senin, 05 September 2022 - 18:49 WIB
loading...
Usai Bersetubuh di Kos, Cewek di Bali Dicekik dan Uangnya Dirampas Pasangan Kencannya
Tersangka Nurkholis ditangkap polisi usai mencekik dan merampas uang pasangan kencannya di Kuta, Bali. Foto/SINDOnews/Miftahul Chusna
A A A
KUTA - Tragis menimpa PSL (24), cewek yang tinggal di sebuah kos elit di Kuta, Bali. Ia dicekik dan dirampas uangnya usai memberikan layanan seksual kepada pasangan kencannya.

Pelaku Nurkholis (22), telah ditangkap polisi. "Pelaku kita tangkap beberapa jam usai beraksi," kata Kapolsek Kuta AKP Yogie Pramagita, Senin (5/9/2022).

Baca juga: Cairan Sperma di Sprei dan Tisu Jadi Bukti Perselingkuhan Istri Polisi dengan Anak Kades

Dia menjelaskan, pelaku datang ke kos korban di Jalan Merdeka Raya, Kuta, Minggu (4/9/2022) siang. Keduanya sebelumnya saling kenal lewat media sosial.

Di kamar kos, keduanya lalu berhubungan badan. Usai indehoi, Nurkholis lalu berniat pamit dan korban mengantar sampai pintu.

Tiba-tiba, pelaku mencekik leher korban dari arah belakang dan memasukkan kedua jari tangannya ke mulut korban hingga sampai kerongkongan.

Nurkholis mengancam korban agar tidak berteriak. Dia lalu menyeret korban ke kamar mandi. Korban kembali diancam akan ditarik nadi tenggorokannya jika berteriak.

Baca juga: Ditangkap Suami saat Bersetubuh di Hotel, Ibu Muda Bhayangkari dan Pria Selingkuhan Jadi Tersangka

Korban pun menangis dan menuruti perintah pelaku. Nurkholis lalu mengambil uang Rp1 juta di dompet korban dan Rp300 ribu di laci meja.



Nurkholis lalu pergi dengan memesan ojek online. Setelah itu, korban langsung melapor ke penjaga kos dan diteruskan ke polisi.

Kepada polisi, Nurkholis mengaku datang dari Jakarta dan baru sehari berada di Bali. "Ngakunya kehabisan uang lalu melakukan itu," ujar Yogie.

Atas kejahatan itu, polisi telah menetapkan Nurkholis sebagai tersangka. "Kita kenakan pasal 365 KUHP tentang pencurian disertai kekerasan," tutup Yogie.
(shf)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1038 seconds (10.177#12.26)