alexametrics

500 Hektare Tanaman Pertanian Blitar Diganyang Tikus

loading...
500 Hektare Tanaman Pertanian Blitar Diganyang Tikus
Tanaman jagung di Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar yang mengering dan mati setelah diserang hama tikus. (Foto/SINDOnews/solichan arif)
A+ A-
BLITAR - Hama tikus merusak kurang lebih 500 hektare (ha) area persawahan di Kabupaten Blitar. Nyaris seluruh tanaman pangan petani rusak, yakni mulai padi, jagung sampai sayuran serta buah buahan.

"Kurang lebih 500 hektare dan terjadi merata di 22 kecamatan Kabupaten Blitar, "ujar Noeryono Darul Yuhanda, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar kepada wartawan, Rabu (1/7/2020).(BACA JUGA: Sudah 10 Dokter Meninggal Karena COVID-19 di Surabaya)

Serangan hama tikus ini berlangsung cukup lama. Informasi yang dihimpun, sejak bulan Januari, yakni mulai musim tanam padi, berganti musim jagung, dan tidak berhenti sampai sekarang.

Misalnya di Desa Kunir, Desa Gandekan, Desa Kolomayan, Desa Pikatan yang semuanya berada di wilayah Kecamatan Wonodadi. Tanaman yang memasuki masa semi diserang pada bagian pangkal. Akibatnya banyak yang mengering dan mati.

Sedangkan tanaman yang mulai berbuah kondisinya semakin parah. "Hama tikus membabi buta. Bahkan bukan hanya komoditas padi yang dijadikan korban, tanaman jagung pun juga disambangi, "terang Noeryono.

Untuk melawan hama tikus ini, petani sudah melakukan berbagai upaya pemberantasan. Mulai penggropyokan massal, yakni beramai ramai melakukan perburuan, diantaranya menembaki dengan senapan angin, menabur racun di lobang yang dianggap sebagai sarang, termasuk pengasapan.

Kemudian juga mengamankan tanaman dengan memasang plastik pada batas lahan. Namun semuanya sia sia. Serangan hama tikus juga tidak kunjung berhenti. Sejumlah petani bahkan mengaku kondisinya malah semakin parah. Serangan tikus justru semakin menghebat.(BACA JUGA: Jadi Tersangka, Ini Motif Pembakar Mobil Via Vallen)

Terkait pemberantasan hama tikus tersebut, Noeryono mengatakan pihaknya terus melakukan koordinasi dengan petani. "Namun juga diperingatkan agar dalam pemberantasan tidak menggunakan cara yang membahayakan keselamatan, "kata Noeryono.

Dalam kesempatan itu Noeryono juga mengatakan fenomena hama tikus ini disebabkan faktor pergantian musim penghujan ke kemarau. Namun dibanding tahun sebelumnya, banyak petani yang mengatakan hama tikus tahun ini lebih parah.

"Sehingga banyak makanan tikus yang berkurang (akibat pergantian musim), yang diduga kemudian beralih ke persawahan, "terang Noeryono yang berharap petani terus melakukan upaya pemberantasan secara bersama sama.

Menanggapi hal ini Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar Abdul Munib meminta dinas terkait untuk meningkatkan upaya pemberantasan. Munib berharap masalah hama tikus segera tertangani. Sebagai wakil rakyat ia tidak ingin terjadi gagal panen massal.

"Harus ada peningkatan tindakan tekhnis oleh pemerintah, yakni dalam hal ini dinas pertanian. Hal ini mengingat saat ini masyarakat juga menghadapi pandemi Covid-19, "ujar Abdul Munib.
(vit)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak