Wali Kota Tidore Kepulauan Kenalkan Museum Bawah Laut, Begini Respons Bakamla
Kamis, 01 September 2022 - 02:45 WIB
loading...
A
A
A
“Saat ini kami sedang menggagas pembangunan museum bawah laut, di mana nantinya akan diperlihatkan berbagai barang peninggalan sejarah. Seperti kita tahu, bahwa Tidore memiliki sejumlah warisan budaya bawah air yang jika dikembangkan, saya optimis akan menjadi wisata bahari internasional,” jelas Ali.
Baca: Petahana Unggul di Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen: Sudahi Perbedaan
Ali juga mengungkapkan, di Tidore terdapat begitu banyak potensi wisata bahari dan wisata sejarah yang dapat dibangun di bawah laut. Terlebih, setelah ditemukannya peniggalan bawah laut seperti situs Soasio, Situs Tongowai, serta keberadaan beberapa landmark bersejarah seperti istana, masjid, makam, dermaga dan jembatan Kesultanan Tidore.
“Lebih dari itu, dulu di perairan Tidore itu ada meriam Portugis buatan Macao yang dibikin oleh pembuat Meriam Portugis terkenal yaitu Manuel Tavare. Meriam dan puluhan guci peninggalan Kapal Spanyol yang tenggelam abad ke-16 ini, itu sudah diangkat ke daratan tahun 1990-an. Sayangnya, guci-guci tersebut kurang mendapat atensi dari wisatawan, terlebih disimpan begitu saja di gudang milik Pemkab Halmahera Tengah,” sambungnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Bakamla, Aan Kurnia menyambut baik serta mendukung rencana Pemkot Tidore Kepulauan untuk membangun Museum Bawah Laut tersebut.
Baca: Wali Kota Tidore Kepulauan Ajak Warga Membumikan Nilai Pancasila
Baca: Petahana Unggul di Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen: Sudahi Perbedaan
Ali juga mengungkapkan, di Tidore terdapat begitu banyak potensi wisata bahari dan wisata sejarah yang dapat dibangun di bawah laut. Terlebih, setelah ditemukannya peniggalan bawah laut seperti situs Soasio, Situs Tongowai, serta keberadaan beberapa landmark bersejarah seperti istana, masjid, makam, dermaga dan jembatan Kesultanan Tidore.
“Lebih dari itu, dulu di perairan Tidore itu ada meriam Portugis buatan Macao yang dibikin oleh pembuat Meriam Portugis terkenal yaitu Manuel Tavare. Meriam dan puluhan guci peninggalan Kapal Spanyol yang tenggelam abad ke-16 ini, itu sudah diangkat ke daratan tahun 1990-an. Sayangnya, guci-guci tersebut kurang mendapat atensi dari wisatawan, terlebih disimpan begitu saja di gudang milik Pemkab Halmahera Tengah,” sambungnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Bakamla, Aan Kurnia menyambut baik serta mendukung rencana Pemkot Tidore Kepulauan untuk membangun Museum Bawah Laut tersebut.
Baca: Wali Kota Tidore Kepulauan Ajak Warga Membumikan Nilai Pancasila
Lihat Juga :