Wali Kota Tidore Kepulauan Kenalkan Museum Bawah Laut, Begini Respons Bakamla
Kamis, 01 September 2022 - 02:45 WIB
loading...
A
A
A
Bahkan, Aan mengungkapkan bahwa pihaknya bersedia untuk kerjasama membangun Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut (SPKKL) di Tidore Kepulauan.
“Saya apresiasi Wali Kota Tidore Kepulauan, Capt Ali telah melibatkan Bakamla dalam pengamanan dan keselamatan laut, dan itu sejalan dengan PP 13 tahun 2022 bahwa leading sektor keamanan laut adalah Bakamla,” tukasnya.
Sebagai informasi, Kota Tidore Kepulauan memiliki potensi menyelam yang sangat unik dengan peninggalan situs bersejarahnya. Temuan situs peninggalan bawah laut di Kelurahan Soasio dan Tongowai, serta keberadaan beberapa landmark bersejarah di Tidore, termasuk situs Barang Muatan Kapal Tenggelam, yaitu Kapal Trinidad.
Baca: Sail Tidore 2021 Jadi Ajang Pembangunan Ekonomi Maluku Utara
Kapal tersebut merupakan 2 dari 5 armada kapal Spanyol yang dipimpin Ferdinan Magellan-Juan Sebastian Elcano dalam Ekspedisi Menjelajahi Bumi yang Pertama (Circumnavigation of the Earth) di Pantai Rum.
Peninggalan itu merupakan bukti fisik dari peran penting Tidore sebagai Kosmopolis Rempah Nusantara dan satu titik sentral dalam jaringan pelayaran dan perdagangan internasional di Jalur Rempah dan Jalur Sutra Laut yang menghubungkan Dunia Timur dan Barat, serta berkontribusi besar bagi Sejarah Maritim Indonesia dan dunia.
“Saya apresiasi Wali Kota Tidore Kepulauan, Capt Ali telah melibatkan Bakamla dalam pengamanan dan keselamatan laut, dan itu sejalan dengan PP 13 tahun 2022 bahwa leading sektor keamanan laut adalah Bakamla,” tukasnya.
Sebagai informasi, Kota Tidore Kepulauan memiliki potensi menyelam yang sangat unik dengan peninggalan situs bersejarahnya. Temuan situs peninggalan bawah laut di Kelurahan Soasio dan Tongowai, serta keberadaan beberapa landmark bersejarah di Tidore, termasuk situs Barang Muatan Kapal Tenggelam, yaitu Kapal Trinidad.
Baca: Sail Tidore 2021 Jadi Ajang Pembangunan Ekonomi Maluku Utara
Kapal tersebut merupakan 2 dari 5 armada kapal Spanyol yang dipimpin Ferdinan Magellan-Juan Sebastian Elcano dalam Ekspedisi Menjelajahi Bumi yang Pertama (Circumnavigation of the Earth) di Pantai Rum.
Peninggalan itu merupakan bukti fisik dari peran penting Tidore sebagai Kosmopolis Rempah Nusantara dan satu titik sentral dalam jaringan pelayaran dan perdagangan internasional di Jalur Rempah dan Jalur Sutra Laut yang menghubungkan Dunia Timur dan Barat, serta berkontribusi besar bagi Sejarah Maritim Indonesia dan dunia.
(san)
Lihat Juga :