alexametrics

Muncul Klaster Pemprov Jateng, Puluhan ASN Terpapar Corona

loading...
Muncul Klaster Pemprov Jateng, Puluhan ASN Terpapar Corona
Kepala Dinkes Jateng, Yulianto Prabowo saat memberikan keterangan pers di Semarang. FOTO : SINDOnews/AHMAD ANTONIKepala Dinkes Jateng, Yulianto Prabowo saat memberikan keterangan pers di Semarang. FOTO/SINDOnews/Ahmad Antoni
A+ A-
SEMARANG - Kabar mengejutkan datang dari lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah. Ada puluhan aparatur sipil negara (ASN) di pemprov yang dinyatakan positif virus corona jenis baru (COVID-19).

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yulianto Prabowo menyebutkan, ASN yang telah dinyatakan positif tertular berjumlah 30 orang. Profesi ASN tersebut ada yang sebagai staf biasa, pejabat struktural, hingga pegawai operasional.

(Baca juga:Ditarget 2021 Selesai, Pengerjaan Seksi II Tol Semarang-Demak Capai 8 Persen)



"Untuk ASN Pemprov Jateng ada di dua kantor yang dinyatakan positif COVID-19. Namun kantor (dinas) nya gak perlu ditutup. Karena aktivitasnya sejauh ini masih berjalan. Tinggal disemprot disinfektan saja dan dibersihkan seluruh ruangannya," ungkap Yulianto di Semarang, Rabu (1/7/2020).

Ia menerangkan bahwa klaster Pemprov Jateng muncul berdasar hasil tracking yang dilakukan petugas Dinkes Jateng guna menelusuri penularan COVID-19 beberapa pegawai.

“Dari hasil rapid test dan PCR, semula ada beberapa ASN yang terkena virus corona. Namun setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, mereka tertular dari keluarganya,” ungkap Yulianto.

(Baca juga:Jamin Keamanan Masyarakat, Polisi Wajib Jalani Rapid dan Swab Test)

Namun demikian, pihaknya menyampaikan para ASN yang terpapar COVID tersebut berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG). Hingga saat ini, ke-30 ASN telah diliburkan dan sedang menjalani karantina di Hotel Kesambi Hijau Semarang.

“Kita masih akan lakukan tracking terhadap penularan COVID-19 hingga beberapa hari ke depan. Untuk dua kantor dinas yang terpapar virus corona, kami minta dilakukan jaga jarak dan wajib memakai masker selama bekerja,” tegasnya.
(msd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak