Nestapa Keluarga Suhadi di Pemalang, Tinggal di Gubuk Plastik dan Beralaskan Tanah
Rabu, 26 Juni 2024 - 11:51 WIB
loading...
Keluarga miskin di Desa Tumbal, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang harus bertahan hidup dalam gubuk berdinding plastik dan beralaskan tanah. Foto: iNews TV/Suryono Sukarno
A
A
A
PEMALANG - Sebuah keluarga miskin di Desa Tumbal, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang harus bertahan hidup di dalam gubuk berdinding plastik dan beralaskan tanah. Kondisi rumah yang tidak layak seringkali mengundang masuk hewan liar seperti ular.
Keseharian Suhadi, warga Desa Tumbal, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah ini, karena alasan ekonomi, Suhadi bersama istri dan anaknya harus bertahan hidup dalam gubuk berdinding plastik.
Saat malam tiba, keluarga ini tidur beralaskan tikar dan kasur seadanya. Tak jarang, kondisi gubuk yang tidak layak membuat beberapa hewan liar seperti ular masuk ke dalam. Saat hujan lebat, keluarga ini harus pasrah menahan dingin.
Baca Juga: Potret Masyarakat Miskin di Banyumas, Hanif dan Keluarga Huni Gubuk Bekas Kandang Itik di Bawah Kuburan
Keluarga Suhadi telah menempati gubuk ini sejak tahun 2022. Sebelumnya, Suhadi bersama istri dan anaknya berdagang tahu di Jakarta. Namun, dampak pandemi COVID-19 membuat usahanya bangkrut, memaksanya kembali ke kampung halaman.
Untuk bertahan hidup, Suhadi bekerja serabutan, sementara istrinya bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Penderitaan keluarga Suhadi tidak berhenti di situ saja. Saat tidak ada uang, mereka terpaksa makan nasi dengan lauk daun singkong rebus.
Suhadi mengaku selama ini kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat. Selama dua tahun, ia baru mendapatkan bantuan sosial untuk makan sebanyak dua kali, masing-masing sebesar Rp300 ribu dari pemerintah desa.
Keseharian Suhadi, warga Desa Tumbal, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah ini, karena alasan ekonomi, Suhadi bersama istri dan anaknya harus bertahan hidup dalam gubuk berdinding plastik.
Saat malam tiba, keluarga ini tidur beralaskan tikar dan kasur seadanya. Tak jarang, kondisi gubuk yang tidak layak membuat beberapa hewan liar seperti ular masuk ke dalam. Saat hujan lebat, keluarga ini harus pasrah menahan dingin.
Baca Juga: Potret Masyarakat Miskin di Banyumas, Hanif dan Keluarga Huni Gubuk Bekas Kandang Itik di Bawah Kuburan
Keluarga Suhadi telah menempati gubuk ini sejak tahun 2022. Sebelumnya, Suhadi bersama istri dan anaknya berdagang tahu di Jakarta. Namun, dampak pandemi COVID-19 membuat usahanya bangkrut, memaksanya kembali ke kampung halaman.
Untuk bertahan hidup, Suhadi bekerja serabutan, sementara istrinya bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Penderitaan keluarga Suhadi tidak berhenti di situ saja. Saat tidak ada uang, mereka terpaksa makan nasi dengan lauk daun singkong rebus.
Suhadi mengaku selama ini kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat. Selama dua tahun, ia baru mendapatkan bantuan sosial untuk makan sebanyak dua kali, masing-masing sebesar Rp300 ribu dari pemerintah desa.
Lihat Juga :