Kesadaran Masyarakat Terhadap Bahaya COVID-19 Masih Rendah
Rabu, 01 Juli 2020 - 12:28 WIB
loading...
Sejumlah prajurit TNI melakukan penyemprotan disinfektan di area jogging track Lapangan Karebosi, Makassar, Minggu 21 Juni lalu. Foto: SINDOnews/Ilustrasi
A
A
A
MAKASSAR - Pakar Epidemologi Universitas Hasanuddin (Unhas) , Prof Ridwan Amiruddin menyampaikan, pelibatan aktif masyarakat menjadi kesuksesan penanganan COVID-19 . Menurut dia, pendekatan yang selama ini dilakukan belum tepat.
"Bagaimana mengajak masyarakat keluar dari krisis ini. Pendekatan yang ada saat ini adalah top down, ini harus dibalik, dengan melakukan akselerasi penguatan di masyarakat,” terang Ridwan usai melakukan rapat koordinasi bersama Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah di ruang rapat gubernur, kemarin seperti dikutip SINDOnews dari laman Pemprov Sulsel , Rabu (1/7/2020).
Baca juga: Skenario Pembatasan Wilayah di Tiap Daerah Harus Dilakukan Serentak
Prof Ridwan menerangkan, tingkat kepatuhan dan disiplin masyarakat akan bahaya COVID-19 masih rendah, berada di angka 30%.
“Hasil survei mengenai kesadaran masyarakat atas bahaya COVID-19 masih sampai di 35%. Kalau angka kepatuhan disiplin yang kurang, konsekuensinya adalah kalau ada 10 orang keluar, hanya 3 orang bermasker, itu artinya 7 orang menjadi potensi tertular,” jelas Ridwan.
Menurut Ketua Perhimpunan Ahli Epidemologi Sulawesi Selatan (Sulsel) ini, dari studi epidemologi, COVID-19 dapat dibaca dari tiga poin penting. Yakni, waktu, lokasi, dan orang.
Dari segi waktu kata Ridwan, saat ini terjadi peningkatan kasus positif. Meskipun, tingkat kesembuhan juga cukup tinggi.
"Bagaimana mengajak masyarakat keluar dari krisis ini. Pendekatan yang ada saat ini adalah top down, ini harus dibalik, dengan melakukan akselerasi penguatan di masyarakat,” terang Ridwan usai melakukan rapat koordinasi bersama Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah di ruang rapat gubernur, kemarin seperti dikutip SINDOnews dari laman Pemprov Sulsel , Rabu (1/7/2020).
Baca juga: Skenario Pembatasan Wilayah di Tiap Daerah Harus Dilakukan Serentak
Prof Ridwan menerangkan, tingkat kepatuhan dan disiplin masyarakat akan bahaya COVID-19 masih rendah, berada di angka 30%.
“Hasil survei mengenai kesadaran masyarakat atas bahaya COVID-19 masih sampai di 35%. Kalau angka kepatuhan disiplin yang kurang, konsekuensinya adalah kalau ada 10 orang keluar, hanya 3 orang bermasker, itu artinya 7 orang menjadi potensi tertular,” jelas Ridwan.
Menurut Ketua Perhimpunan Ahli Epidemologi Sulawesi Selatan (Sulsel) ini, dari studi epidemologi, COVID-19 dapat dibaca dari tiga poin penting. Yakni, waktu, lokasi, dan orang.
Dari segi waktu kata Ridwan, saat ini terjadi peningkatan kasus positif. Meskipun, tingkat kesembuhan juga cukup tinggi.
Lihat Juga :