Sadis! Tak Bayar Utang Rp150 Ribu, Santri di Jambi Dibunuh Teman
Jum'at, 19 Agustus 2022 - 18:21 WIB
loading...
Pembunuhan santri di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Singkut, Kabupaten Sarolangun, Jambi, dilatarbelakangi utang Rp150 ribu. Foto/iNews TV/Rudi Ichwan
A
A
A
SAROLANGUN - Pembunuhan sadis terhadap seorang santri berinisial NA, menggemparkan warga Kecamatan Singkut, Kabupaten Sarolangun, Jambi. Korban dibunuh temannya sendiri, karena persoalan utang Rp150 ribu yang belum dibayar korban.
Baca juga: Ini Alasan Garis Polisi di TKP Pembunuhan Ibu dan Anak Gadisnya di Subang Dicopot
Jenazah NA ditemukan di aliran sungai. NA dibunuh oleh tiga temannya sendiri berinisial DS, RH, dan HK. Hingga saat ini pelaku berinisial HK masih menjadi buron polisi.
Dihadapan polisi, para pelaku pembunuhan mengaku hanya ingin sekedar meninju korban NA, karena sudah dua minggu tidak membayar utang. Namun pada saat di tempat kejadian perkara (TKP), HK mengambil kayu di TKP lalu memukul kepala korban dari belakang.
Baca juga: Baru Selesai Bersetubuh dan Belum Kenakan Baju, Wanita Penghibur Bersimbah Darah Ditusuk Teman Kencan
Terkena pukulan kayu dari HK, korban langsung jatuh. Para pelaku akhirnya secara bersama-sama mengangkat koban, dan melemparnya ke dalam sungai. "Pelaku kesal dengan korban, sehingga melakukan perbuatan itu," ujar Wakapolres Sarolangun, Kompol Sandy Mutaqqin Pranayudha.
Baca juga: Ini Alasan Garis Polisi di TKP Pembunuhan Ibu dan Anak Gadisnya di Subang Dicopot
Jenazah NA ditemukan di aliran sungai. NA dibunuh oleh tiga temannya sendiri berinisial DS, RH, dan HK. Hingga saat ini pelaku berinisial HK masih menjadi buron polisi.
Dihadapan polisi, para pelaku pembunuhan mengaku hanya ingin sekedar meninju korban NA, karena sudah dua minggu tidak membayar utang. Namun pada saat di tempat kejadian perkara (TKP), HK mengambil kayu di TKP lalu memukul kepala korban dari belakang.
Baca juga: Baru Selesai Bersetubuh dan Belum Kenakan Baju, Wanita Penghibur Bersimbah Darah Ditusuk Teman Kencan
Terkena pukulan kayu dari HK, korban langsung jatuh. Para pelaku akhirnya secara bersama-sama mengangkat koban, dan melemparnya ke dalam sungai. "Pelaku kesal dengan korban, sehingga melakukan perbuatan itu," ujar Wakapolres Sarolangun, Kompol Sandy Mutaqqin Pranayudha.
Lihat Juga :