Imunisasi Campak dan Rubella di Sulsel Capai 69 Persen
Kamis, 18 Agustus 2022 - 23:30 WIB
loading...
Ilustrasi. Foto: SINDOnews/Dok
A
A
A
MAKASSAR - Persentase imunisasi campak dan rubella di Sulawesi Selatan (Sulsel) sudah mencapai 69 persen pada momen Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN). Capaian itu menempatkan Sulsel berada di urutan kedua di luar Pulau Jawa setelah Lampung
Berdasarkan data kabupaten/kota, capaian pemberian Vaksin MR (Measles and Rubella) tertinggi terlihat pada Kabupaten Pinrang dengan capaian 99,35 persen, disusul Kabupaten Barru dengan 98 persen dan Kabupaten Luwu dengan 97,33 persen.
Baca juga:Capaian Imunisasi Anak di Kabupaten Pinrang Tertinggi di Sulsel
Meski capaian itu sudah cukup baik, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sulsel, Erwan Tri Sulistyo mengungkapkan, pihaknya tetap menggenjot vaksinasi MR agar bisa melampaui target yang ditetapkan, yakni sebanyak 95 persen pada BIAN ini.
Beberapa kabupaten/kota, kata Erwan, benar-benar melibatkan lintas sektor untuk mempercepat pencapaian target. Misalnya di tiga kabupaten tersebut, pemda bekerja sama dengan tim penggerak PKK, Dinas Pendidikan hingga Kementerian Agama.
"Mereka betul-betul solid terlibat sehingga langsung cepat bisa untuk mengejar target 95 persen," ungkap Erwan.
Di sisi lain, yang cukup mengejutkan adalah Makassar yang berada pada persentase terendah dengan capaian yang baru di angka 52,73 persen.
Baca juga:Viral! Balita Dikasih Obat Kedaluwarsa usai Imunisasi, Kenali Bahayanya
Erwan mengakui bahwa memang terjadi ketidakmerataan pada capaian ini. Khusus di Makassar, Erwan menyebut kemungkinan hal itu dikarenakan sasaran vaksinasi yang juga lebih banyak dari kabupaten lainnya.
"Tentu kalau misalnya dikaitkan dengan jumlah sasaran, memang Kota Makassar jumlah sasarannya banyak sekali. Kendala juga waktu libur sekolah," katanya.
Lebih lanjut, Erwan turut menjelaskan pentingnya manfaat vaksin MR. Kata dia, campak dan rubella termasuk penyakit PD3I atau penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Umumnya, campak dan rubella menyerang anak-anak, namun tak jarang juga menyerang ibu hamil yang berakibat cacat pada janin.
"Itulah kenapa imunisasi campak rubella penting sekali. Walaupun sudah diimunisasi sebelumnya tapi karena ini sifatnya tambahan untuk herd immunity atau kekebalan kelompok, maka ini diberikan," kata Erwan.
Baca juga:Bulan Imunisasi Nasional, Pemkot Bekasi Kejar Target 200 Ribu Anak
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Makassar, A. Mariani mengakui jika capaian imunisasi campak dan rubella masih berkisar 53 persen. Hal itu disebabkan besarnya jumlah sasaran yang diberikan dari pemerintah pusat.
Mariani menyebut, pemerintah pusat memberi target sasaran vaksinasi MR kepada Kota Makassar sebanyak 280 ribu. Namun setelah dihitung, data ril hanya menunjukkan sasaran sekitar 200 ribu sehingga terjadi selisih yang cukup besar yakni 80 ribuan.
"Kalau kami pakai sasaran ril yang 200 ribuan itu, persentasenya sudah bisa di angka 75 persen. Kan data pusat itu data prediksi, bukan data ril, dan yang dilaporkan itu pakai angka dari pusat makanya kami banyak selisih," beber dia.
Kendati begitu, jumlah orang yang telah divaksin MR di Makassar sudah cukup banyak, mencapai 150 ribu orang. Mariani berujar jika pihaknya tetap berupaya untuk memenuhi target yang telah ditetapkan.
Baca juga:Program BIAN 2022, Kota Bogor Targetkan 54.281 Anak Diimunisasi
"Sekarang kan masih perpanjangan (BIAN), sudah perpanjangan kedua, Kalau mencontoh vaksinasi MR lalu yang dari Agustus diperpanjang sampai Desember, itu sampai di angka 98 persen. Jadi kami dikasih terus perpanjangan waktu untuk capai sasaran," jelasnya.
Untuk mempercepat capaian target, Dinkes Makassar mengerahkan tim untuk turun ke lapangan untuk melakukan layanan jemput bola.
"Kalau biasanya hanya menunggu orang datang, di posyandu, di puskesmas, sekarang kami sasar lagi sekolah. Kami kerja sama dengan Dinas Pendidikan, dengan SD dan PAUD untuk turun sesuai jadwal," jelasnya.
Lebih jauh, Mariani juga membeberkan tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan vaksinasi MR. Tidak sedikit masyarakat yang masih enggan jika anaknya divaksin. Sehingga, petugas harus turun berulangkali untuk meyakinkan mereka.
Baca juga:Bulan Imunisasi di Jakarta Targetkan 715.782 Balita, Anies Ajak Orang Tua Ikut Bertanggung Jawab
Saat ini, Dinkes Makassar juga menyiapkan gerai vaksinasi di kawasan Car Free Day (CFD). Diharapkan, semua langkah yang dilakukan ini bisa mempercepat capaian target imunisasi campak dan rubella di Kota Makassar.
"Saat ini kami juga membuka gerai vaksinasi di car free day. Ini sudah berjalan tiga pekan. Di situ masyarakat bisa vaksin Covid-19 dan vaksin untuk BIAN. Kan di CFD biasa banyak anak-anak yang dibawa sama orang tuanya," pungkasnya.
Berdasarkan data kabupaten/kota, capaian pemberian Vaksin MR (Measles and Rubella) tertinggi terlihat pada Kabupaten Pinrang dengan capaian 99,35 persen, disusul Kabupaten Barru dengan 98 persen dan Kabupaten Luwu dengan 97,33 persen.
Baca juga:Capaian Imunisasi Anak di Kabupaten Pinrang Tertinggi di Sulsel
Meski capaian itu sudah cukup baik, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sulsel, Erwan Tri Sulistyo mengungkapkan, pihaknya tetap menggenjot vaksinasi MR agar bisa melampaui target yang ditetapkan, yakni sebanyak 95 persen pada BIAN ini.
Beberapa kabupaten/kota, kata Erwan, benar-benar melibatkan lintas sektor untuk mempercepat pencapaian target. Misalnya di tiga kabupaten tersebut, pemda bekerja sama dengan tim penggerak PKK, Dinas Pendidikan hingga Kementerian Agama.
"Mereka betul-betul solid terlibat sehingga langsung cepat bisa untuk mengejar target 95 persen," ungkap Erwan.
Di sisi lain, yang cukup mengejutkan adalah Makassar yang berada pada persentase terendah dengan capaian yang baru di angka 52,73 persen.
Baca juga:Viral! Balita Dikasih Obat Kedaluwarsa usai Imunisasi, Kenali Bahayanya
Erwan mengakui bahwa memang terjadi ketidakmerataan pada capaian ini. Khusus di Makassar, Erwan menyebut kemungkinan hal itu dikarenakan sasaran vaksinasi yang juga lebih banyak dari kabupaten lainnya.
"Tentu kalau misalnya dikaitkan dengan jumlah sasaran, memang Kota Makassar jumlah sasarannya banyak sekali. Kendala juga waktu libur sekolah," katanya.
Lebih lanjut, Erwan turut menjelaskan pentingnya manfaat vaksin MR. Kata dia, campak dan rubella termasuk penyakit PD3I atau penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Umumnya, campak dan rubella menyerang anak-anak, namun tak jarang juga menyerang ibu hamil yang berakibat cacat pada janin.
"Itulah kenapa imunisasi campak rubella penting sekali. Walaupun sudah diimunisasi sebelumnya tapi karena ini sifatnya tambahan untuk herd immunity atau kekebalan kelompok, maka ini diberikan," kata Erwan.
Baca juga:Bulan Imunisasi Nasional, Pemkot Bekasi Kejar Target 200 Ribu Anak
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Makassar, A. Mariani mengakui jika capaian imunisasi campak dan rubella masih berkisar 53 persen. Hal itu disebabkan besarnya jumlah sasaran yang diberikan dari pemerintah pusat.
Mariani menyebut, pemerintah pusat memberi target sasaran vaksinasi MR kepada Kota Makassar sebanyak 280 ribu. Namun setelah dihitung, data ril hanya menunjukkan sasaran sekitar 200 ribu sehingga terjadi selisih yang cukup besar yakni 80 ribuan.
"Kalau kami pakai sasaran ril yang 200 ribuan itu, persentasenya sudah bisa di angka 75 persen. Kan data pusat itu data prediksi, bukan data ril, dan yang dilaporkan itu pakai angka dari pusat makanya kami banyak selisih," beber dia.
Kendati begitu, jumlah orang yang telah divaksin MR di Makassar sudah cukup banyak, mencapai 150 ribu orang. Mariani berujar jika pihaknya tetap berupaya untuk memenuhi target yang telah ditetapkan.
Baca juga:Program BIAN 2022, Kota Bogor Targetkan 54.281 Anak Diimunisasi
"Sekarang kan masih perpanjangan (BIAN), sudah perpanjangan kedua, Kalau mencontoh vaksinasi MR lalu yang dari Agustus diperpanjang sampai Desember, itu sampai di angka 98 persen. Jadi kami dikasih terus perpanjangan waktu untuk capai sasaran," jelasnya.
Untuk mempercepat capaian target, Dinkes Makassar mengerahkan tim untuk turun ke lapangan untuk melakukan layanan jemput bola.
"Kalau biasanya hanya menunggu orang datang, di posyandu, di puskesmas, sekarang kami sasar lagi sekolah. Kami kerja sama dengan Dinas Pendidikan, dengan SD dan PAUD untuk turun sesuai jadwal," jelasnya.
Lebih jauh, Mariani juga membeberkan tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan vaksinasi MR. Tidak sedikit masyarakat yang masih enggan jika anaknya divaksin. Sehingga, petugas harus turun berulangkali untuk meyakinkan mereka.
Baca juga:Bulan Imunisasi di Jakarta Targetkan 715.782 Balita, Anies Ajak Orang Tua Ikut Bertanggung Jawab
Saat ini, Dinkes Makassar juga menyiapkan gerai vaksinasi di kawasan Car Free Day (CFD). Diharapkan, semua langkah yang dilakukan ini bisa mempercepat capaian target imunisasi campak dan rubella di Kota Makassar.
"Saat ini kami juga membuka gerai vaksinasi di car free day. Ini sudah berjalan tiga pekan. Di situ masyarakat bisa vaksin Covid-19 dan vaksin untuk BIAN. Kan di CFD biasa banyak anak-anak yang dibawa sama orang tuanya," pungkasnya.
(luq)
Lihat Juga :