Aksi Gerak Jalan Waria di Kabupaten Luwu Dikecam
Kamis, 18 Agustus 2022 - 18:14 WIB
loading...
A
A
A
"Kami sangat menghargai kebebasan berekspresi tetapi janganlah kebebasan itu justru merusak tataran norma agama, dan etika moral. Kami rasa sangat banyak kegiatan bermanfaat dan sifatnya menghibur yang bisa kita tampilkan dalam rangka memperingati hari kemerdekaan kita tanpa harus menciderai norma agama dan budaya kita," ucap Zulkifli.
Berbeda dengan penampilan kelompok peserta gerak jalan lainnya yang tertutup, membuat kelompok waria ini menjadi tontonan warga yang hadir, baik dari kalangan anak-anak hingga orang tua.
Baca juga:Geger, Sawaludin alias Zahwa Waria Salon Kecantikan Ditemukan Tewas Bersimbah Darah
"Kami sangat menyangkan kelompok ini diberi ruang untuk menyalurkan kebebasan berekspresi karena yang mereka tampilkan justru sesuatu yang bertentangan dengan agama dan budaya kita," katanya.
"Mereka ini laki-laki maka tampillah sebagai laki-laki, bukan malah memperlihatkan dan memperkenalkan kepada masyarakat keberanian kalian menentang kodrat Ilahi sebagai laki-laki dan lebih memilih tampil sebagai perempuan," tambahnya.
Karena kontroversi perilaku waria seperti itu disebut bukan hanya terjadi di Kabupaten Luwu, juga di kabupaten lainnya di Sulsel, Zulkifli kemudian mengajak seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah daerah untuk lebih memperhatikan persoalan tersebut.
"Kami kecewa dengan pihak pemda setempat, para tokoh masyarakat dan agama serta tokoh pemuda setempat yang tidak punya kemampuan membendung kegiatan-kegiatan yang menurut kami hanya justru menjadi siar-siar kelompok LGBT yang tentunya hanya akan merusak moral generasi kita," kuncinya.
Berbeda dengan penampilan kelompok peserta gerak jalan lainnya yang tertutup, membuat kelompok waria ini menjadi tontonan warga yang hadir, baik dari kalangan anak-anak hingga orang tua.
Baca juga:Geger, Sawaludin alias Zahwa Waria Salon Kecantikan Ditemukan Tewas Bersimbah Darah
"Kami sangat menyangkan kelompok ini diberi ruang untuk menyalurkan kebebasan berekspresi karena yang mereka tampilkan justru sesuatu yang bertentangan dengan agama dan budaya kita," katanya.
"Mereka ini laki-laki maka tampillah sebagai laki-laki, bukan malah memperlihatkan dan memperkenalkan kepada masyarakat keberanian kalian menentang kodrat Ilahi sebagai laki-laki dan lebih memilih tampil sebagai perempuan," tambahnya.
Karena kontroversi perilaku waria seperti itu disebut bukan hanya terjadi di Kabupaten Luwu, juga di kabupaten lainnya di Sulsel, Zulkifli kemudian mengajak seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah daerah untuk lebih memperhatikan persoalan tersebut.
"Kami kecewa dengan pihak pemda setempat, para tokoh masyarakat dan agama serta tokoh pemuda setempat yang tidak punya kemampuan membendung kegiatan-kegiatan yang menurut kami hanya justru menjadi siar-siar kelompok LGBT yang tentunya hanya akan merusak moral generasi kita," kuncinya.
Lihat Juga :