alexametrics

Hindari Insiden saat Bersepeda, Jangan Pakai Masker N95

loading...
Hindari Insiden saat Bersepeda, Jangan Pakai Masker N95
Foto/SINDONews/Dok/Ilustrasi
A+ A-
BANDUNG - Bersepeda merupakan olahraga yang menyehatkan tubuh. Di masa pandemi virus Corona (COVID-19) saat ini, para pesepeda khawatir terpapar virus, sehingga mengenakan masker.

Akibatnya, jatuh korban di kalangan pesepeda. Korban kehabisan napas lantaran hidung dan mulutnya ditutup masker. Korban jatuh pingsan. Bahkan ada yang meninggal dunia. (BACA JUGA:Pemkot Bandung Buat Lajur Sepeda Pop Up Agar Ngegowes Aman-Nyaman)

Kepala Seksi Manajemen Transportasi Dinas Perhubungan Kota Bandung Sultoni mengatakan, protokol kesehatan agar terhindar dari paparan virus Corona, pertama, jaga kebersihan, terutama di bagian stang sepeda yang sering bersentuhan langsung dengan tangan. (BACA JUGA:Pencurian Sepeda di Rancasari Terekam CCTV, Polisi Buru Pelaku)



Kedua, pengguna sepeda, kata Sultoni, diimbau mengenakan pakaian lengan panjang, bersarung tangan, bermasker, membawa hand sanitizer, dan mengenakan penutup kepala. (BACA JUGA:Memasuki New Normal, Sepeda Banyak Diburu Warga Cirebon)

Menurut Sultoni, penggunaan pakaian lengan panjang, dimaksudkan menghindari droplet mengandung virus Corona terkena langsung kulit. Ketiga, bawa botol minum tertutup plastik dan alat makan sendiri.

"Terkait penggunaan masker, sebaiknya yang berbahan kain tapi tidak terlalu rapat agar tidak mengganggu pernapasan. Masker N95 tidak disarankan untuk digunakan karena sirkulasi udara terlalu sedikit," kata Sultoni kepada wartawan.

Sultoni mengemukakan, selain penerapan protokol kesehatan, para pesepeda juga mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama. Gunakan helm dan gunakan lajur khusus sepeda.

"Aturan keselamatan ini ada di undang-Undang, seperti menggunakan helm, patuhi rambu lalu lintas, dan berbagi jalan dengan pengendara lain," ujar dia.

Diketahui, pengguna sepeda di Bandung marak dua bulan terakhir, terutama sejak Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB) maksimal dan proporsional diterapkan.

Warga memanfaatkan jalan-jalan protokol pusat kota yang lengang untuk bersepeda. Di Kota Bandung, pesepeda memadati Jalan Asia Afrika, Merdeka, Ir H Djuanda (Dago) setiap akhir pekan.
(awd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak