Mengerikan! Suami di Jember Tebas Leher Istri yang Dituduh Selingkuh

Sabtu, 13 Agustus 2022 - 18:51 WIB
loading...
Mengerikan! Suami di Jember Tebas Leher Istri yang Dituduh Selingkuh
Seorang suami di Kabupaten Jember, kalap menuduh istrinya selingkuh dan langsung membacok lehernya. Foto/inews TV/Bambang Sugiarto
A A A
JEMBER - Peristiwa pembacokan berdarah terjadi di Desa Cangkring, Kecamatan jenggawah, Kabupaten Jember. Seorang pria bernama Irwan Hadi Purwanto, dengan sadis menebas leher istrinya menggunakan pisau pemotong ikan, karena mendengar kabar istrinya telah selingkuh.

Baca juga: Polisi Buru 15 Pelaku Pembacokan 3 Mahasiswa Pelayaran Semarang

Warga yang mengetahui peristiwa pembacokan tersebut, langsung menangkap pelaku pembacokan dan melaporkan ke polisi. Anggota polisi dari Polsek Jenggawah, langsung mendatangi rumah pelaku pembacokan dan melakukan penyelidikan.



Dengan tangan dan kaki terikat, pelaku pembacokan langsung digelandang ke Polsek Jenggawah untuk menjalani pemeriksaan. Sementara korban pembacokan, langsung dilarikan ke RSUD dr Soebandi Jember, karena mengalami luka parah di bagian kepala, leher, dan tangannya.

Baca juga: Selingkuh dengan Istri Tetangga, Kades di Grobogan Ditetapkan jadi Tersangka

Kanit reskrim Polsek Jenggawah, Aiptu Ahmad Rinto membenarkan adanya peristiwa suami membacok istrinya sendiri. "Suami tersebut, menuduh istrinya telah selingkuh dengan tetangganya. Padahal tidak ada bukti kuat atas tuduhan perselingkuhan itu," tegasnya.

Pembacokan itu terjadi saat suami istri tersebut terlibat adu mulut di dapur rumahnya, usai makan bersama di ruang tamu. Karena kalap, pelaku langsung membacok istrinya. Korban berteriak minta tolong, sehingga para tetangganya berdatangan memberikan pertolongan.

Baca juga: Asyik Digoyang Wanita-wanita Seksi, Oknum Aparat Keder Digerebek Denpom Kogartap II

Selain harus menjalani penahanan untuk kepentingan penyelidikan. Pelaku pembacokan terhadap istrinya sendiri ini, dijerat Pasal 44 ayat 1 dan 2 UU No. 23/2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.
(eyt)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2587 seconds (11.252#12.26)