Nyalakan Tanda Bahaya! 25 Kasus Baru Covid-19 Muncul di Kepri
Jum'at, 12 Agustus 2022 - 15:08 WIB
loading...
A
A
A
Ia mengemukakan, berdasarkan hasil penelitian tim ahli dari Kemenkes, rata-rata pasien Covid-19 di Kepri tertular Omicron. Karena itu, pasien tersebut bergejala ringan dan mudah sembuh. "Kalau yang sudah vaksin, sebelum 10 hari rata-rata sudah sembuh karena imun tubuhnya kuat," kata Tjetjep Yudiana.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Muhamad Bisri mengatakan, jumlah kasus aktif Covid-19 di wilayah itu sebanyak 116 orang. Pasien Covid-19 di Kepri tersebar di Batam, sebanyak 56 orang; Tanjungpinang 41 orang; Bintan 12 orang; dan Karimun tujuh orang.
Baca juga: Kisah Sunan Bonang Dihadang Buta Locaya saat Mengislamkan Kediri
Sebanyak 12 orang sembuh dari Covid-19 berdasarkan laporan harian Satgas Penanganan Covid-19 kabupaten dan kota. "Ada satu pasien yang meninggal dunia di Kabupaten Anambas. Setelah dites usap ternyata tertular Covid-19," ucapnya.
Saat ini, di Anambas, Kabupaten Lingga dan Natuna tercatat nihil kasus aktif Covid-19. Namun hanya Anambas yang tetap bertahan sebagai Zona Hijau, sedangkan kabupaten dan kota lainnya di Kepri sebagai Zona Kuning atau risiko penularan rendah, demikian Muhammad Bisri.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Muhamad Bisri mengatakan, jumlah kasus aktif Covid-19 di wilayah itu sebanyak 116 orang. Pasien Covid-19 di Kepri tersebar di Batam, sebanyak 56 orang; Tanjungpinang 41 orang; Bintan 12 orang; dan Karimun tujuh orang.
Baca juga: Kisah Sunan Bonang Dihadang Buta Locaya saat Mengislamkan Kediri
Sebanyak 12 orang sembuh dari Covid-19 berdasarkan laporan harian Satgas Penanganan Covid-19 kabupaten dan kota. "Ada satu pasien yang meninggal dunia di Kabupaten Anambas. Setelah dites usap ternyata tertular Covid-19," ucapnya.
Saat ini, di Anambas, Kabupaten Lingga dan Natuna tercatat nihil kasus aktif Covid-19. Namun hanya Anambas yang tetap bertahan sebagai Zona Hijau, sedangkan kabupaten dan kota lainnya di Kepri sebagai Zona Kuning atau risiko penularan rendah, demikian Muhammad Bisri.
(eyt)
Lihat Juga :