Kisah Hasjim Ning, Raja Mobil Indonesia Berdarah Minang Keponakan Bung Hatta

Kamis, 04 Agustus 2022 - 11:06 WIB
loading...
A A A
Serangan politik anti PSI banyak datang dari kelompok PNI. ISC dicurigai berpotensi membantu dana pemilihan umum untuk PSI. Hasjim Ning meredam serangan dengan cara mendatangkan Bung Karno ke pabrik perakitan ISC di Tanjung Priok.

Baca juga: Cacar Monyet Mewabah di Singapura, KKP Batam Perketat Pintu Masuk Internasional

Bung Karno diajaknya makan siang. Saat melihat-lihat komponen mobil yang dirakit, Hasjim menjelaskan kepada Bung Karno keuntungan yang didapat negara. "Dengan sistem perakitan mobil oleh ISC itu, devisa negara akan dapat dihemat sampai 25 % bila dibandingkan dengan pengimporan mobil," kata Hasjim Ning kepada Bung Karno.

Sebagai presiden, Bung Karno menyambut positif termasuk menyatakan siap membantu mengatasi kesulitan yang ada. Di depan Hasjim, Bung Karno mengatakan ISC jangan hanya terampil merakit buatan Amerika, tapi ke depannya juga harus mampu membuat mobil sendiri bertipe nasional. ISC harus bisa menjadi kebanggaan nasional.

Kisah Hasjim Ning, Raja Mobil Indonesia Berdarah Minang Keponakan Bung Hatta


Untuk meningkatkan performa perusahaan, dalam perjalanannya ISC mengupgrade skill para pegawainya. Sejumlah tenaga tekhnisi dikirim ke Amerika. Inggris dan Filipina untuk belajar. Pada tahun 1952, ISC mendapat tawaran kerjasama dari pabrik mobil Amerika-Inggris, yakni Ford-Dagenham. Pabrik ini yang memproduksi sedan Ford tipe Zodiac, Sephys Six, Consul, dan Perfect.

Di luar itu ISC juga masih merakit Willys dan Dodge. Karena bangsal kerja di Tanjung Priok tidak cukup, perusahaan kemudian berpindah ke wilayah Jalan Lodan yang lebih luas sekaligus memadai. Pada tahun 1954 Hasjim Ning menandatangani kontrak pinjaman 2,6 juta dollar Amerika dengan Development Loan Fund.

Penandatanganan pinjaman berlangsung di Washington yang juga dihadiri duta besar Indonesia Dr Mukarto. Pinjaman merupakan kredit lunak yang dibayar rupiah dengan jangka waktu 10 tahun. Uang pinjaman dipakai modal belanja komponen mobil, seperti per, sasis, velg, dan utamanya bodi jip.

Baca juga: Detik-detik Tabrakan Maut 2 Motor di Sleman Akibatkan 2 Orang Tewas

Sebagai pimpinan perusahaan dari negara yang belum lama merdeka dan berdaulat, nama Hasjim Ning seketika populer. Media New York Times menurunkan laporannya di halaman pertama. Begitu juga koran-koran terbitan London, juga membuat laporan dengan menjulukinya Henry Ford Indonesia.

"Dan lainnya menyebut aku sebagai Raja Mobil," kata Hasjim Ning seperti dikutip dari Pasang Surut Pengusaha Pejuang, Otobiografi Hasjim Ning. Hasjim Ning yang sepanjang hidupnya lebih dikenal sebagai konglomerat Indonesia meninggal dunia pada 26 Desember 1995 di RS Medistra Jakarta.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Refleksikan Cita-cita...
Refleksikan Cita-cita Bung Karno, PDIP Minta Pemerintah Wujudkan Keadilan Hukum dan Ekonomi
Prabowo Kenang Hari...
Prabowo Kenang Hari Lahir Soekarno Lewat Potret Sang Proklamator
Pancasila Lahir Bukan...
Pancasila Lahir Bukan dari Ruang Kosong, Presiden: Sebuah Konsensus Agung
Rekomendasi
Siap Pelihatkan Pabriknya...
Siap Pelihatkan Pabriknya di China, QJMotor Hadir di PRJ 2026
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Babak Baru Kasus Erin...
Babak Baru Kasus Erin Wartia, Pelapor Serahkan Dokumen LPSK ke Penyidik
Berita Terkini
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
Demo Rawamangun Menggugat...
Demo Rawamangun Menggugat Kelar, Aliansi UNJ Melawan Bubarkan Diri
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved