Kisah Syekh Malang Sumirang, Tetap Hidup saat Dibakar Sunan Kudus di Alun-alun

Kamis, 04 Agustus 2022 - 05:47 WIB
loading...
A A A
Dengan tenang Syekh Malang Sumirang mempersilahkan keponakannya melaksanakan tugasnya. "Laksanakan tugasmu, Nak. Engkau tak usah ragu. Aku sudah siap menanggung perbuatanku, tak akan lari aku dari tanggung jawab. Bakarlah kayu-kayu ini. Hanya saja kalau diperkenankan, aku minta sesuatu padamu".

Dalam Babad Jaka Tingkir diceritakan, Syekh Malang Sumirang meminta dua bundel kertas beserta tinta yang hendak ditulis sebagai sebuah wasiat. Yang mengejutkan Sunan Kudus, Syekh Malang Sumirang yang berada di tumpukan kayu memulai menulis setelah api berkobar hebat.

Paman Sunan Kudus itu duduk bersila di tengah kobaran api di mana dua ekor anjingnya ada di dekatnya. Ajaibnya, api tak menyentuh kulitnya. Begitu juga dua ekor anjingnya, tidak terbakar. Malang Sumirang terus menulis.

Baca juga: Kisah Gundik dan Nyai Pribumi di Tangsi Tentara KNIL Masa Kolonial Belanda

"Api itu terus menjilat, menyala-nyala, berkobar-kobar, membumbung tinggi ke atas. Namun sang terhukum masih saja tenteram di dalamnya, seakan tengah bernaung di kolam bening saja".

Saat api mengecil dan akhirnya mati, tulisan pada bundel kertas itu selesai. Semua mata melihat Syekh Malang Sumirang dan dua ekor anjingnya tetap segar bugar. Semua tercengang. Para wali, Sultan Demak, para mufti, para pandita agung, para ksatria dan adipati serta segenap punggawa menteri, saling pandang.

Dengan senyum mengembang, Malang Sumirang berdiri meninggalkan tempat duduknya. Dihampirinya Sunan Drajat dan menyalaminya. Satu-persatu wali dijabat tangannya. Yang terakhir Syekh Malang Sumirang menyalami Sultan Trenggono.

Ia kemudian kembali kepada Sunan Drajat untuk menyerahkan bundel kertas bertuliskan suluk tulisan tangannya. "Ia beri nama suluk itu sebagai Suluk Malang Sumirang, sebagai pijakan menuju ilmu rasa yang meliputi rahsa," tulis Yudhi AW dalam Jalan Gila Menuju Tuhan, Kisah Moksanya Syekh Siti Jenar, Ki Ageng Pengging & Syekh Malang Sumirang dalam Babad Jaka Tingkir.

Suluk yang berbentuk tembang Dhandhanggula itu berisi ajaran ketuhanan. Sebuah penyingkapan tabir rahasia, berisi kata-kata yang menyurat sekaligus tersembunyi maknanya. Juga tentang pemakluman atas Kesejatian Sang Maha Mengawasi, penjelasan bagi kesempurnaan ilmu, menyeluruh hingga tuntas.

Baca juga: Kisah Ki Ageng Suryomentaram, Pangeran yang Rela Lepas Gelar Ningrat dan Penggagas Tentara PETA

"Suluk Malang Sumirang karangan Pangeran Panggung (Syekh Malang Sumirang) adalah karya luar biasa. Karya tersebut tergolong dalam sekelompok teks keagamaan yang berkenaan dengan tasawuf gaya Jawa," kata peneliti asing George Quinn dalam Wali Berandal Tanah Jawa.

Usai menyerahkan suluk Malang Sumirang, paman Sunan Kudus itu kemudian melanjutkan pengembaraanya ke wilayah pesisir pantai utara. Sejumlah versi menyebut pengembaraan Syekh Malang Sumirang atau Sunan Panggung berhenti di wilayah Tegal, Jawa Tengah.

Sebuah makam tua di sebelah utara alun-alun Kota Tegal, tepatnya di belakang masjid Panggung diyakini sebagai pesarean Syekh Malang Sumirang. Setiap Kamis Wage dan Jumat Kliwon, banyak peziarah berdoa di depan pusaranya.

Kitab suluk Malang Sumirang tersimpan di area makam. Namun kitab itu kemudian diyakini turut musnah, seiring terjadinya peristiwa kebakaran yang menghanguskan komplek pesarean Mbah Panggung atau Syekh Malang Sumirang.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Haedar Nashir Sebut...
Haedar Nashir Sebut Perang Terjadi karena Ego Pemimpin Dunia
Ramadan dan Ujian Kedewasaan...
Ramadan dan Ujian Kedewasaan Publik
Krisis Moral: Membongkar...
Krisis Moral: Membongkar Lapisan Kebohongan di Dunia Modern
Rekomendasi
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Denny JA Sebut Algoritma...
Denny JA Sebut Algoritma Lahirkan Kelas Baru Pekerja Digital yang Rentan
Berita Terkini
10 Ruas Jalan di Jakarta...
10 Ruas Jalan di Jakarta Ditutup saat Presiden Jerman Melintas Besok Pagi
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Jakarta Fair 2026, Dishub...
Jakarta Fair 2026, Dishub DKI Jakarta Siapkan 6 Kantong Parkir
Dorong Pengembangan...
Dorong Pengembangan Sport Tourism, PPK Kemayoran Gelar Turnamen Padel
Bangun MIN 5 Pidie Jaya...
Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
Perikhsa Riders Touring...
Perikhsa Riders Touring Perdana Malang-Bali, Bamsoet Tekankan Disiplin dan Persatuan
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved