Dewan Pesimis Pemkot Makassar Bisa Launching 100 Lorong Wisata
Rabu, 03 Agustus 2022 - 23:37 WIB
loading...
A
A
A
"Perbaikan drainase itu kan di Dinas Pekerjaaan Umum . Hanya memang sekarang belum terlaksana semua proyek yang ditenderkan PU sehingga memang ada hambatan waktu untuk launching tanggal 17 (Agustus). Otomatis akan mundur karena sementara tender, proses tender kan memakan waktu," beber anggota Komisi C ini.
Oleh karena itu, dirinya meminta pemerintah kota agar menggenjot penataan lorong wisata sebelum tenggat waktu yang ditetapkan.
"Untuk mencapai tanggal 17, pemerintah kota dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait harus lebih cepat dan tepat sehingga launching ini bisa bertepatan 17 Agustus nanti," imbuhnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Suhaelsi Zubir menyebut, pengerjaan item fisik di lorong wisata baru berjalan sebanyak 18 titik dari total 46 lorong wisata yang menjadi fokus OPD . Pengerjaan itu meliputi penanganan jalan dan drainase.
"Sudah sementara berjalan, baik dari penanganan jalan, penutupan drainase, dan pengerukan sedimen. Insyaallah selesai sebelum 17 Agustus. Yang jalan sekarang sudah ada 18 titik, pagi siang malam dikerjakan," ungkapnya.
Suhaelsi membeberkan, ada beberapa kendala yang dihadapi hingga pengerjaan agak tersendat. Di antaranya adanya perubahan material hingga proses tender.
Oleh karena itu, dirinya meminta pemerintah kota agar menggenjot penataan lorong wisata sebelum tenggat waktu yang ditetapkan.
"Untuk mencapai tanggal 17, pemerintah kota dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait harus lebih cepat dan tepat sehingga launching ini bisa bertepatan 17 Agustus nanti," imbuhnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Suhaelsi Zubir menyebut, pengerjaan item fisik di lorong wisata baru berjalan sebanyak 18 titik dari total 46 lorong wisata yang menjadi fokus OPD . Pengerjaan itu meliputi penanganan jalan dan drainase.
"Sudah sementara berjalan, baik dari penanganan jalan, penutupan drainase, dan pengerukan sedimen. Insyaallah selesai sebelum 17 Agustus. Yang jalan sekarang sudah ada 18 titik, pagi siang malam dikerjakan," ungkapnya.
Suhaelsi membeberkan, ada beberapa kendala yang dihadapi hingga pengerjaan agak tersendat. Di antaranya adanya perubahan material hingga proses tender.
Lihat Juga :