Ritual Jamas Pusaka di Bulan Suro, Begini Kata Pemerhati Keris di Salatiga
Sabtu, 30 Juli 2022 - 12:37 WIB
loading...
Pemerhati keris di Salatiga Dekan Bawono (48) warga Domas, Sidorejo saat membersihkan keris di rumahnya. Foto/Ist
A
A
A
SALATIGA - Suro merupakan bulan yang sakral oleh sebagian masyarakat Jawa Tengah. Pada bulan Suro ada sejumlah ritual yang dilakukan masyarakat. Salah satunya adalah menjamas (membersihkan) pusaka seperti keris, tombak dan lainnya.
Seperti yang dilakukan pemerhati keris di Salatiga, Dekan Bawono (48) warga Domas, Sidorejo. Setiap bulan Suro lelaki asal Solo ini pasti menjamas puluhan keris koleksinya. Baca juga: Menjamas Keris di Bulan Suro, Nguri-uri Budaya Leluhur Agar Tetap Lestari
"Menjamas keris merupakan bagian dari kearifan lokal, tradisi dari leluhur. Dan ada nilai filosofi dari tradisi menjamas itu," ujarnya, Sabtu (30/7/2022).
Dekan menjelaskan, sebenarnya keris tidak hanya dibersihkan pada bulan Suro saja. Alangkah baiknya jika sudah kotor dan muncul karat cepat dibersihkan. Namun karena sudah menjadi tradisi, maka sebagian orang yang memiliki pusaka menjamas keris pada bulan Suro.
"Sebenarnya tujuan membersihkan keris itu supaya tidak karat dan korosi. Karena jika karat dan korosi, maka keris itu lama-lama akan keropos. Bila rusak maka unsur seni dan keindahannya otomatis akan hilang,” ujar alumnus UNS jurusan sejarah ini.
Seperti yang dilakukan pemerhati keris di Salatiga, Dekan Bawono (48) warga Domas, Sidorejo. Setiap bulan Suro lelaki asal Solo ini pasti menjamas puluhan keris koleksinya. Baca juga: Menjamas Keris di Bulan Suro, Nguri-uri Budaya Leluhur Agar Tetap Lestari
"Menjamas keris merupakan bagian dari kearifan lokal, tradisi dari leluhur. Dan ada nilai filosofi dari tradisi menjamas itu," ujarnya, Sabtu (30/7/2022).
Dekan menjelaskan, sebenarnya keris tidak hanya dibersihkan pada bulan Suro saja. Alangkah baiknya jika sudah kotor dan muncul karat cepat dibersihkan. Namun karena sudah menjadi tradisi, maka sebagian orang yang memiliki pusaka menjamas keris pada bulan Suro.
"Sebenarnya tujuan membersihkan keris itu supaya tidak karat dan korosi. Karena jika karat dan korosi, maka keris itu lama-lama akan keropos. Bila rusak maka unsur seni dan keindahannya otomatis akan hilang,” ujar alumnus UNS jurusan sejarah ini.
Lihat Juga :