alexametrics

Dari Ketinggian 6000 Kaki, Prajurit Marinir Menyerbu Situbondo

loading...
Dari Ketinggian 6000 Kaki, Prajurit Marinir Menyerbu Situbondo
Prajurit Yontaifib 2 Marinir diterjunkan di Situbondo, Minggu (28/6/2020) dini hari. Foto/SINDOnews/HO/Ali Masduki
A+ A-
SITUBONDO - Prajurit Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) 2 Marinir, diterjunkan dari ketinggian 6000 kaki di Desa Wringinanom, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Minggu (28/6/2020) pukul 01.00 WIB dini hari.

(Baca juga: Sebulan Penuh Ribuan Rumah di 5 Kecamatan di Wajo Terendam Banjir)

Para prajurit dari pasukan elit TNI AL ini, langsung melakukan serbuan udara di tengah gelap langit Situbondo. Begitu mendarat, mereka langsung melakukan penetrasi di jantung pertahanan lawan.



Penerjunan yang dilaksanakan dalam satu sorty dan dibagi menjadi dua run ini, dipimpin oleh Lettu Mar. Irsanto Karoba. Sebanyak 16 prajurit Yontaifib 2 Marinir tersebut, diangkut menggunakan pesawat Cassa U-6202 Skuadron 600 Wing Udara 2 Puspenerbal dengan pilot Mayor Laut (P) Febriyanto, dan copilot Letda Laut (P) Dendy Kresna.

Dari Ketinggian 6000 Kaki, Prajurit Marinir Menyerbu Situbondo


Asops Danpasmar 2, Letkol Mar. Bakti Dasasasi Penanggungan mengatakan, penerjunan itu merupakan bagian dari latihan terjun tempur malam dalam rangka latihan satuan lanjutan (LSL) II Triwulan III tahun anggaran 2020.

"Tujuannya adalah, meningkatkan profesionalisme para prajurit yang berada di Yontaifib 2 Marinir, sehingga selalu siap siaga ketiga diterjunkan ke medan operasi yang dijalankan oleh Korps Marinir TNI AL," katanya.

(Baca juga: Aparat Gabungan Buru Bandar Pembalakan Liar di Hutan Kalimantan)

Terjun tempur malam prajurit pasukan khusus Korps Marinir TNI AL ini, disaksikan langsung oleh Asintel Danpasmar 2 Kolonel Mar. Freddy Ardianzah, Asops Danpasmar 2 Letkol Mar. Bakti Dasasasi Penanggungan, dan Danyon Taifib 2 Marinir, Letkol Mar. Sri Utomo.
(eyt)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak