Imigrasi Polman Deportasi Warga Negara Bangladesh

Selasa, 26 Juli 2022 - 16:55 WIB
loading...
Imigrasi Polman Deportasi Warga Negara Bangladesh
Press conference Imigrasi Polman terkait tindakan administrasi deportasi kepada warga negara Bangladesh, Selasa (26/7/2022). Foto: Humas Imigrasi Polman
A A A
POLMAN - Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Polewali Mandar (Polman) mendeportasi seorang warga negara Bangladesh berinisial MH, Selasa (26/7/2022). MH dideportasi lantaran tak memiliki dokumen perjalanan/paspor dan visa/izin tinggal yang sah.

MH sebelumnya diamankan di tempat tinggalnya di Desa Talambalao, Kecamatan Tammeroddo, Kabupaten Majene. Ia diamankan berdasarkan informasi dari masyarakat sekitar serta informasi dari anggota Tim Pengawas Orang Asing (PORA).

Baca juga:Kantor Imigrasi Polman Salurkan Bantuan Sembako di Panti Asuhan

Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Barat, Andi Pallawarukka menyampaikan, bahwa apa yang dilakukan oleh Tim PORA sudah sesuai dengan tujuannya.

“Inilah tujuannya dibentuk Tim PORA hingga tingkat Kecamatan sebagai perpanjangan tangan dari Kantor Imigrasi untuk mengawasi kegiatan serta keberadaan Orang Asing ditingkat Kecamatan,” kata Andi Pallawarukka.

Andi Pallawarukka juga menambahkan bahwa keterbatasan petugas Imigrasi dan luasnya wilayah kerja di Sulawesi Barat ini menjadi tantangan untuk tetap menjaga kedaulatan Negara terutama di wilayah Sulawesi Barat.

Baca juga:Imigrasi Polman Beri Layanan Eazy Passport di PT Cahaya Haromain Utama

Kepala Kantor Imigrasi Polman , Erybowo Radyan Asmonomenambahkan bahwa pentingnya sinergi antara anggota Tim PORA dalammemberikan informasi, sekecil apapun, sebab akan sangat berguna untuk mengumpulkan bahan dan keterangan keberadaan serta kegiatan orang asing.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, MH diketahui sudah tinggal di Majene dari tahun 2008. Ia tidak memiliki dokumen keimigrasian, namun telah menikah dengan warga negara Indonesia. Ia juga sudah memiliki anak.

Selama pemeriksaan, MH yang sudah memiliki tiga orang anak bersikap kooperatif. Oleh karena itu, yang bersangkutan dikenakan tindakan administratif keimigrasian berupa deportasi, namun tidak dimasukan ke dalam daftar penangkalan.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2196 seconds (10.177#12.26)