UKSW Wisuda Ratusan Winisuda Secara Virtual
Minggu, 28 Juni 2020 - 00:23 WIB
loading...
Rektor UKSW Salatiga Neil Semuel Rupidara saat mewisuda ratusan winisuda secara virtual, Sabtu (27/6/2020). Foto/IST
A
A
A
SALATIGA - Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga menggelar wisuda secara virtual, Sabtu (27/6/2020). Wisuda tersebut diikuti sebanyak 532 winisuda.
Pembantu Rektor I Bidang Akademik UKSW Salatiga Iwan Setyawan mengatakan, pada periode I tahun akademik 2020/2021 meluluskan sebanyak 686 orang lulusan yang terdiri atas 2 orang lulusan program diploma, 607 program sarjana, 71 program magister, dan 6 program doktor. Prosesi wisuda UKSW sedianya akan dilakukan secara langsung di Balairung Universitas. Namun mengingat masa pandemi COVID-19, wisuda kali ini diadakan secara virtual.
“Di tengah situasi yang memprihatinkan ini, UKSW menyadari bahwa penyebaran wabah Covid-19 hanya bisa diredam jika kita disiplin menjalankan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Hal ini yang mendorong pimpinan UKSW untuk menyelenggarakan wisuda periode ini secara virtual,” terangnya. (Baca: Pertama Kali, UII Gelar Wisuda Daring di Masa Pandemi)
Menurut Iwan, COVID-19 juga memberikan peluang dan tantangan bagi universitas untuk menunjukkan kreatifitasnya. Salah satu yang dilakukan UKSW adalah dengan memberikan kesempatan sekaligus tantangan bagi tim Robotic Research Center (R2C) Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer (FTEK) UKSW yang sudah sering memperoleh gelar juara di ajang kompetisi nasional untuk bisa menghadirkan sebuah robot mewakili winisuda dalam acara ini.
Rektor UKSW Salatiga Neil Semuel Rupidara merasa haru saat melepas para winisuda tanpa kehadiran mereka dalam prosesi wisuda. “Rasanya tidak pernah ada di dalam sejarah universitas ini seorang rektor mewisuda dan melepas para lulusan tanpa kehadiran mereka. Namun saya tidak ingin kita memandangnya sebagai sebuah tragedi. Yang pasti ini adalah sebuah realitas yang tidak dapat terhindarkan,” ucapnya.
Dia mengajak para lulusan untuk memetik sejumlah pelajaran hidup atas peristiwa pandemi COVID-19. Para lulusan diantaranya harus belajar menyesuaikan diri pada kondisi baru; menerima, mencari solusi serta berpikir positif atas sebuah masalah serta terus berpengharapan akan kehidupan yang lebih baik.
“Karenanya kita tidak boleh pesimis ketika diperhadapkan dengan setiap kesulitan hidup. Sekalipun susah, saya berharap dan percaya kita tidak menjalani masa pandemi ini dengan sikap bersungut-sungut. Saya yakin Anda sudah dan mau terus belajar dari setiap kesusahan bahkan yang ekstrim seperti ini,” pesannya.
Pembantu Rektor I Bidang Akademik UKSW Salatiga Iwan Setyawan mengatakan, pada periode I tahun akademik 2020/2021 meluluskan sebanyak 686 orang lulusan yang terdiri atas 2 orang lulusan program diploma, 607 program sarjana, 71 program magister, dan 6 program doktor. Prosesi wisuda UKSW sedianya akan dilakukan secara langsung di Balairung Universitas. Namun mengingat masa pandemi COVID-19, wisuda kali ini diadakan secara virtual.
“Di tengah situasi yang memprihatinkan ini, UKSW menyadari bahwa penyebaran wabah Covid-19 hanya bisa diredam jika kita disiplin menjalankan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Hal ini yang mendorong pimpinan UKSW untuk menyelenggarakan wisuda periode ini secara virtual,” terangnya. (Baca: Pertama Kali, UII Gelar Wisuda Daring di Masa Pandemi)
Menurut Iwan, COVID-19 juga memberikan peluang dan tantangan bagi universitas untuk menunjukkan kreatifitasnya. Salah satu yang dilakukan UKSW adalah dengan memberikan kesempatan sekaligus tantangan bagi tim Robotic Research Center (R2C) Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer (FTEK) UKSW yang sudah sering memperoleh gelar juara di ajang kompetisi nasional untuk bisa menghadirkan sebuah robot mewakili winisuda dalam acara ini.
Rektor UKSW Salatiga Neil Semuel Rupidara merasa haru saat melepas para winisuda tanpa kehadiran mereka dalam prosesi wisuda. “Rasanya tidak pernah ada di dalam sejarah universitas ini seorang rektor mewisuda dan melepas para lulusan tanpa kehadiran mereka. Namun saya tidak ingin kita memandangnya sebagai sebuah tragedi. Yang pasti ini adalah sebuah realitas yang tidak dapat terhindarkan,” ucapnya.
Dia mengajak para lulusan untuk memetik sejumlah pelajaran hidup atas peristiwa pandemi COVID-19. Para lulusan diantaranya harus belajar menyesuaikan diri pada kondisi baru; menerima, mencari solusi serta berpikir positif atas sebuah masalah serta terus berpengharapan akan kehidupan yang lebih baik.
“Karenanya kita tidak boleh pesimis ketika diperhadapkan dengan setiap kesulitan hidup. Sekalipun susah, saya berharap dan percaya kita tidak menjalani masa pandemi ini dengan sikap bersungut-sungut. Saya yakin Anda sudah dan mau terus belajar dari setiap kesusahan bahkan yang ekstrim seperti ini,” pesannya.
Lihat Juga :