Polisi Sebut Ada 3 Terduga Pelaku Bullying Bocah SD Perkosa Kucing di Tasikmalaya

Senin, 25 Juli 2022 - 19:52 WIB
loading...
Polisi Sebut Ada 3 Terduga...
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo.Foto/Agung Bakti
A A A
BANDUNG - Polisi menyebut, ada tiga terduga pelaku perundungan atau bullying terhadap bocah SD di Kabupaten Tasikmalaya.

Diketahui, korban berinisial F yang masih duduk di bangku kelas 5 SD tersebut diduga menjadi korban bullying teman-teman sebayanya. Korban dipaksa memperkosa kucing.

Momen tersebut direkam dan videonya disebarluaskan ke media sosial (medsos). Usai peristiwa tersebut, korban diduga mengalami depresi berat hingga akhirnya meninggal dunia.

"Sementara ini, kita dapat ada tiga orang dan semuanya masih kategori anak semua," ungkap Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Ibrahim Tompo, Senin (25/7/2022).

Baca juga: Polisi Buru Penyebar Video Viral Korban Bullying Perkosa Kucing di Tasikmalaya

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, lanjut Ibrahim, ketiga terduga pelaku ini merupakan pihak yang menginisiasi bullying sekaligus merekam aksi memilukan itu.

Para terduga pelaku itu kini sudah ditangani oleh pihak Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) dan Balai Pemasyarakatan.

"Jadi yang menginisiasi kejadian itu kemudian yang mem-videokan kemudian yang meng-upload kita masih mendalami, tapi yang tadi itu semuanya di antara mereka semua," terangnya.

Ibrahim memastikan, para terduga pelaku tersebut bakal ditangani dengan menggunakan sistem peradilan anak sesuai aturan yang tertera dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012.

"Nanti proses dan mekanismenya akan ada perlakukan tertentu. Kita juga sudah melaksanakan koordinasi dengan KPAID kemudian BP2 dan juga dari Bapas sehingga mekanisme sistem yang ada itu sesuai dengan aturan," jelasnya.

Lebih lanjut Ibrahim mengungkapkan bahwa pascaperistiwa tersebut terungkap, sempat ada upaya damai yang dilakukan orang tua korban dan terduga pelaku.

Menurutnya, aksi bullying tersebut terjadi pada tanggal 14 Juni lalu. Setelahnya, korban sempat kembali bermain bersama rekan sebayanya. Namun, saat itu, video saat korban di-bully mulai menyebar di kalangan tetangga korban. "Saat video menyebar itu masih menyebar di kalangan tetangga melalui WhatsApp," katanya.

Usai video tersebut menyebar, orang tua korban dan orang tua terduga pelaku sempat menggelar pertemuan yang ditengahi oleh pihak kepala desa hingga RT setempat.

"Dari pertemuan itu, memang sama-sama memaklumi bahwa ini bagian dari kenakalan remaja yang ada di sana, sehingga pada saat itu dilakukan perdamaian di antara mereka," terangnya.

Namun, saat upaya damai tersebut terjadi, video yang kadung menyebar luas tercium oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID). Polisi bersama KPAID kemudian melakukan rangkaian pendalaman hingga diperoleh simpulan adanya tindak bullying.

"Didapatkan bahwa ada kondisi di luar kendali korban, sehingga dianggap bahwa ini bullying," katanya.

Ibrahim menegaskan, meski sempat ada upaya damai, pihaknya bakal tetap memproses hukum kasus dan status hukum kasus ini telah ditingkatkan dari penyelidikan ke tahap penyidikan. "Kita akomodasi laporan yang dibuat oleh KPAID untuk memproses hukum kasus ini," tandas Ibrahim.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Momen Siswa SRMP 17...
Momen Siswa SRMP 17 Tabanan Curhat ke Prabowo
Gus Miftah Soroti Bullying...
Gus Miftah Soroti Bullying hingga Judi Online, Pesantren Diminta Jadi Ruang Aman Santri
Pimpin Panen Raya di...
Pimpin Panen Raya di Indramayu, Kapolda Jabar Doakan Anak Presisi
Polres Bogor Raih Juara...
Polres Bogor Raih Juara II Pospam Terpadu Operasi Ketupat Terbaik se-Jabar
Wakapolda Jabar Pimpin...
Wakapolda Jabar Pimpin Langsung Penyekatan Truk Sumbu 3 di Sumedang, 85 Kendaraan Terjaring Operasi Ketupat Lodaya 2026
Penasihat Ahli Kapolri...
Penasihat Ahli Kapolri Dukung Program Layanan Pemudik Polda Jabar
Profil Irjen Pol Pipit...
Profil Irjen Pol Pipit Rismanto, Lulusan Akpol 1994 Ditunjuk Menjadi Kapolda Jabar
Sekolah Yehonala Peringati...
Sekolah Yehonala Peringati Hari Anti Bullying Sedunia 2026 dengan Edukasi dan Komitmen Bersama
Atasi Bullying dan Krisis...
Atasi Bullying dan Krisis Akhlak, Kemenag Rilis Belajar Mandiri Kurikulum Berbasis Cinta
Rekomendasi
Ayahanda Jatuh Sakit,...
Ayahanda Jatuh Sakit, Alasan Tangis Lionel Messi di Piala Dunia 2026
Soal Pengadaan 21 Ribu...
Soal Pengadaan 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan Hindayana, Begini Kata BGN
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Berita Terkini
LAZ Abulyatama Indonesia...
LAZ Abulyatama Indonesia Resmikan Cabang LPP Jawa Barat
Pengadilan Eksekusi...
Pengadilan Eksekusi Kawasan Hotel Sultan, Aset Dipindahkan ke Gudang di Cikarang
Polda Metro Gandeng...
Polda Metro Gandeng Kemenhaj Cari Solusi bagi Korban Dugaan Penipuan Hanania Travel
KPU Jakarta Timur Dorong...
KPU Jakarta Timur Dorong Parpol Memperbarui Data
Gelombang Demonstrasi...
Gelombang Demonstrasi Berlanjut di Medan Merdeka Selatan, Mahasiswa Sampaikan Kritik Kebijakan Pemerintah
Konsep 8B Jadi Usulan...
Konsep 8B Jadi Usulan Fahira Idris untuk Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Berkeadilan
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved