Sinergitas Polri, TNI Bersama Pemkot Palopo Redam Konflik Demo Berdarah

Minggu, 24 Juli 2022 - 18:46 WIB
loading...
Sinergitas Polri, TNI...
Kapolres, Dandim, Wali Kota Palopo dan civitas perguruan tinggi di Kota Palopo menyampaikan perihal demo berdarah mahasiswa hingga lengursakan kampus dan asrama mahasiswa di Kota Palopo. Foto: Sindonews/Chaeruddin
A A A
PALOPO - Berkat sinergitas aparat TNI dan Polres bersama Pemerintah Kota Palopo berhasil meredam melebarnya konflik demo berdarah hingga pengrusakan kampus universitas dan asrama mahasiswa di Kota Palopo yang terjadi dua hari terakhir.

Meski sebagai pihak menilai terlambat, namun institusi pemerintah di Kota Palopo berhasil meredam konflik tersebut hingga tidak berkelanjutan.

Baca Juga: Satpam Kejari Palopo Meninggal Terhimpit Pagar Roboh saat Demo Anarkis

Diketahui, Kamis lalu, aksi demo mahasiswa di depan Kantor Kejaksaan Negeri Palopo menyebabkan Satpam Kejaksaan Negeri Palopo, Abdul Azis meninggal dunia setelah dihimpit pagar yang rebah.

Kejadian ini sehari setelahnya memicu adanya aksi pengrusakan Kampus Fakultas Hukum Universitas Andi Djemma Palopo dan pelemparan batu asrama mahasiswa Luwu Utara di Kota Palopo.

Pengrusakan tersebut diduga bentuk kekecewaan sekelompok masyarakat atas kejadian sebelumnya, di Kejaksaan Negeri Palopo.

Sabtu lalu, Kapolres Palopo AKBP Muhammad Yusuf Usman melakukan pertemuan tertutup dengan Wali Kota Palopo beserta seluruh universitas dan perguruan tinggi di Kota Palopo. Dari pantauan, pertemuan dilangsungkan di ruang kerja Kapolres Palopo dihadiri langsung Wali Kota Palopo HM Judas Amir.

Nampak pula hadir Rektor Akademi Tehnik Industri Dewantara Dr Suadi Fachruddin, Rektor Unanda Prof Dr Anas Boceng, Dekan Fakultas Komputer Universitas Cokro Aminoto, Wakil Rektor III IAIN, Wakil Rektor STIKES Luwu Raya, Wakil Ketua III Akper Sawerigading, perwakilan kampus Universitas Muhammadiyah.

Usai pertemuan, mereka kemudian melaksanakan press conferance. Wali Kota Palopo menyesalkan dua kejadian di Kota Palopo, aksi demo mahasiswa yang menyebabkan petugas sekuriti Kejari Palopo, Abdi Azis meninggal dunia dan pengrusakan kampus serta asrama mahasiswa.

Wali Kota Palopo menilai aksi ini terjadi tidak lepas dari informasi hoaks yang melebar. "Saya megharapkan masyarakat Kota Palopo tidak asal sembarang bicara. Jangan seseorang itu dikaitkan dengan kejadian tertentu yang belum jelas kepastiannya," ujar Wali Kota Palopo.

"Kita tidak boleh bicara seenaknya. Dalam kesempatan ini, saya sampaikan jangan ada lagi keributan. Kejadian di Kejaksaan kita anggap selesai dan proses hukumnya kita percayakan kepada kepolisian," tambahnya.

Melalui kesempatan ini, Wali Kota Palopo juga mengingatkan kepolisian dan kampus di Kota Palopo agar mengidentifikasi organisasi baik umum atau pun organisasi mahasiswa di Kota Palopo.

Sementara itu, mewakili kampus di Kota Palopo Rektor Kampus Universitas Andi Djemma Prof Dr Anas Boceng dalam kesempatan tersebut menyampaikan perkumpulan atau organisasi yang melakukan aksi di depan Kantor Kejaksaan Negeri Palopo tidak terdaftar sebagai organisasi kemahasiswaan di kampus mana pun di Kota Palopo.

"Saya sampaikan aksi tersebut tidak ada izin dari kampus dan tanpa sepengetahuan dari kampus. Sejauh ini kami juga belum tahu apa mereka yang melakukan aksi apa mahasiswa Unanda atau kampus lain," ujarnya.

Baca Juga: Pemkot Palopo Masifkan Razia Penggunaan Masker

"Kami mewakili kampus di Kota Palopo menyampaikan turut berbelasungkawa. Tentu kita tidak ada yang menginginkan peristiwa itu terjadi dan itu lah Tuhan sudah menentukan. Peristiwa ini tolong diluruskan, jangan terlalu cepat menjustifikasi yang terlibat bahwa mahasiswa Unanda. Kalau kita perhatikan yang bergerak itu adalah forum atau Aliansi, Gempur, di Unanda kita tidak kenal," katanya..

Sekaitan pengrusakan kampus Unanda, pihaknya saat ini tengah melakukan koordinasi dengan Polres Palopo, melihat kerusakan yang terjadi.

"Namanya pengrusakan tentu itu melanggar dan sudah diproses kepolisian. Soal kerugian kami dan juga polisi tengah melakukan identifikasi apa saja yang rusak. Pasca kejadian ini mahasiswa kita liburkan hingga memastikan situasi benar benar terkendali," sebutnya.

Usai pertemuan tersebut, Kasat Reskrim Polres Palopo Iptu Ahmad Rizal, menyampaikan saat ini Polres Palopo sudah menetapkan 11 orang tersangka diduga terlibat dalam aksi demo berdarah hingga menyebabkan Satpam Kejaksaan Negeri Palopo Abdul Azis meninggal dunia.

"Kasusnya sudah tahap penyidikan. Kita sudah tetapkan 11 orang tersangka, 9 orang diantaranya sudah kami tahan di rumah tahanan Polres Palopo, 2 orang masih kami cari dan masuk dalam daftar pencarian orang atau DPO Polres Palopo," ujarnya.

"9 yang sudah kami tahan inisial DC, Y, IP, S, A, AD, YP, R, dan W. Penyidik menjerat pelaku dengan pasal 170 ayat 3 yaitu kekerasan yang dilakukan secara bersama, dengan ancaman 12 tahun penjara, kemudian pasal 358 dengan ancaman 5 tahun dan pasal 359 dengan ancaman 4 tahun," katanya.

(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kanit SPKT Polres Palopo...
Kanit SPKT Polres Palopo Aiptu S Ditangkap Bersama Teman Wanitanya Gegara Sabu
7 Pelajar SMP di Palopo...
7 Pelajar SMP di Palopo Ditangkap Polisi usai Memperkosa Temannya
Palopo Geger! Wanita...
Palopo Geger! Wanita Muda Ditemukan Tewas Tanpa Busana di Sungai
Blokade Jalan Palopo-Makassar...
Blokade Jalan Palopo-Makassar untuk Balap Liar, Geng Motor Semburat Digerebek Polisi
Balap Liar dan Pesta...
Balap Liar dan Pesta Miras Dibubarkan Timsus Presisi, Pelaku Lari Terbirit-birit
Terkepung, Pelaku Balap...
Terkepung, Pelaku Balap Liar di Palopo Nekat Pacu Motor ke Arah Polisi
Seru! Pembubaran Balap...
Seru! Pembubaran Balap Liar di Kota Palopo Diwarnai Aksi Polisi Kejar-kejaran dengan Pelaku
Polres Palopo Tangkap...
Polres Palopo Tangkap Bandar Judi Kupon Putih
Wali Kota Resmikan Polsubsektor...
Wali Kota Resmikan Polsubsektor Wara Barat Kota Palopo
Rekomendasi
Deretan 66 Negara yang...
Deretan 66 Negara yang Memiliki UU Melarang LGBT
BMKG Prediksi Curah...
BMKG Prediksi Curah Hujan Tetap Rendah di Wilayah Indonesia pada Pertengahan Juli 2026
Akademi Persib Bandung...
Akademi Persib Bandung dan Putri Garut Berebut Gelar Juara U-18 HYDROPLUS Soccer League All-Stars
Berita Terkini
Teknologi Pupuk Hayati...
Teknologi Pupuk Hayati Dongkrak Produktivitas Sawah di Subang, Hasil Panen Tembus 4,76 Ton per Hektare
Setkab Dokumentasikan...
Setkab Dokumentasikan Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Sinjai
Perkuat Sinergi Polri...
Perkuat Sinergi Polri dan Media lewat Padel Bhayangkara Cup 2026
Jawab Kebutuhan Industri,...
Jawab Kebutuhan Industri, UMB Kenalkan Profesi Insinyur pada Siswa SMK
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan...
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan Sangihe, Simak Hasil Analisis BMKG
Puluhan Profesor dan...
Puluhan Profesor dan Dosen UNJ bersama Billy Mambrasar, Latih Seribu Guru di Daerah Terpencil
Infografis
Daftar 23 Kombes Pol...
Daftar 23 Kombes Pol Pecah Bintang pada Mutasi Polri Mei 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved