Konflik Berkepanjangan di Papua hingga Pembunuhan Warga Sipil, JDP Usulkan Dialog
Jum'at, 22 Juli 2022 - 06:05 WIB
loading...
A
A
A
Sementara terkait tuduhan KKB bahwa para korban adalah aparat keamanan yang menyamar/ intelijen, hal tersebut harus dibuktikan dengan benar, bukan lantas serta merta melakukan aksi brutal tanpa verifikasi.
"Jadi kalau ada tuduhan-tuduhan yang disampaikan oleh kelompok KKB itu menurut kita, tuduhan- tuduhan itu harus diversifikasi bahkan dibuktikan apa benar mereka ini benar aparat yang kemudian memata- matai dan segala macam. Itu susah tapi apapun alasannya untuk rakyat kecil itu tidak bisa diterima oleh siapa pun, bukan hanya di Indonesia tapi di seluruh dunia juga tidak bisa menerima itu. Apapun tudingannya jika korbannya itu adalah warga sipil tidak dibenarkan,"tegasnya.
Baca juga: Bantai 11 Warga Sipil, KKB Nduga Kelompok Militan Muda Pimpinan Egianus Kogoya
JDP sebagai organisasi yang menjunjung perdamaian meminta konflik untuk segera dihentikan. Solusinya adalah dengan dialog antara pemerintah dan pihak KKB.
"Dari awal Jaringan Damai Papua terbentuk, solusi dan pilihan yang kita usulkan adalah melalui jalan dialog. Dengan itu konflik bisa dihentikan,"ucapnya.
Dikatakan, tidak akan bisa dan akan terus berlanjut dengan bertambahnya korban jiwa jika penyelesaian dilakukan dengan angkat senjata, karena akan terus memunculkan permasalahan-permasalahan baru yang tidak ada ujungnya.
"Tidak bisa menghentikan konflik dengan adanya korban lalu mengangkat senjata dalam arti direspons operasi militer untuk menyelesaikan masalah. Itu pasti akan menimbulkan masalah baru, kalau TNI Polri lalu menyerang KKB lalu ada korban maka pasti mereka akan menyerang lagi dan akan adanya korban di pihak TNI Polri. Ini konflik tidak akan selesai dan berkepanjangan," bebernya.
Menurutnya lagi, teknis dialog yang bisa dilakukan adalah dengan Presiden dan jajarannya di Kementrian, menunjuk tokoh sebagai perwakilan atau juru damai/juru runding. Baiknya, melalui mekanisme internal dulu, kepada TNI Polri dan Pemerintah Daerah baik Kabupaten yang menjadi daerah konflik maupun Provinsi Papua.
"Jadi kalau ada tuduhan-tuduhan yang disampaikan oleh kelompok KKB itu menurut kita, tuduhan- tuduhan itu harus diversifikasi bahkan dibuktikan apa benar mereka ini benar aparat yang kemudian memata- matai dan segala macam. Itu susah tapi apapun alasannya untuk rakyat kecil itu tidak bisa diterima oleh siapa pun, bukan hanya di Indonesia tapi di seluruh dunia juga tidak bisa menerima itu. Apapun tudingannya jika korbannya itu adalah warga sipil tidak dibenarkan,"tegasnya.
Baca juga: Bantai 11 Warga Sipil, KKB Nduga Kelompok Militan Muda Pimpinan Egianus Kogoya
JDP sebagai organisasi yang menjunjung perdamaian meminta konflik untuk segera dihentikan. Solusinya adalah dengan dialog antara pemerintah dan pihak KKB.
"Dari awal Jaringan Damai Papua terbentuk, solusi dan pilihan yang kita usulkan adalah melalui jalan dialog. Dengan itu konflik bisa dihentikan,"ucapnya.
Dikatakan, tidak akan bisa dan akan terus berlanjut dengan bertambahnya korban jiwa jika penyelesaian dilakukan dengan angkat senjata, karena akan terus memunculkan permasalahan-permasalahan baru yang tidak ada ujungnya.
"Tidak bisa menghentikan konflik dengan adanya korban lalu mengangkat senjata dalam arti direspons operasi militer untuk menyelesaikan masalah. Itu pasti akan menimbulkan masalah baru, kalau TNI Polri lalu menyerang KKB lalu ada korban maka pasti mereka akan menyerang lagi dan akan adanya korban di pihak TNI Polri. Ini konflik tidak akan selesai dan berkepanjangan," bebernya.
Menurutnya lagi, teknis dialog yang bisa dilakukan adalah dengan Presiden dan jajarannya di Kementrian, menunjuk tokoh sebagai perwakilan atau juru damai/juru runding. Baiknya, melalui mekanisme internal dulu, kepada TNI Polri dan Pemerintah Daerah baik Kabupaten yang menjadi daerah konflik maupun Provinsi Papua.
Lihat Juga :