Berdasarkan AQI di AirVisual, Kualitas Udara di KBB Terendah di Bandung Raya

Senin, 18 Juli 2022 - 18:24 WIB
loading...
Berdasarkan AQI di AirVisual, Kualitas Udara di KBB Terendah di Bandung Raya
Kualitas udara di KBB terendah di Bandung Raya versi AQI AirVisual.Foto/ilustrasi
A A A
BANDUNG BARAT - Data Air Quality Indeks (AQI) atau indeks kualitas udara di aplikasi AirVisual, memperlihatkan kualitas udara di Kabupaten Bandung Barat (KBB) masuk kategori paling buruk se-Bandung Raya.

Pada Senin (18/7/2022) ini, AQI di wilayah Ngamprah dan Padalarang masuk kategori tidak sehat dengan skor AQI 157. Sementara Kota Cimahi dan Soreang Kabupaten Bandung memiliki AQI 152. Sedangkan Kota Bandung memiliki AQI yang lebih rendah yakni 122.

Baca juga: SD Negeri di Indramayu Terendam Banjir di Hari Pertama Sekolah, 178 Siswa Dipulangkan

Mengacu kepada angka kualitas udara tersebut, maka warga direkomendasikan menghindari aktivitas outdoor, menutup jendela agar udara luar tidak masuk, dan memakai masker. Bahkan disarankan untuk memakai alat penyaring udara.

Namun terkait kondisi itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung, belum bisa memastikan kualitas udara di wilayah Bandung Raya. Sebab, alat pantau udara milik BMKG saat ini hanya berada di Bogor untuk wilayah Jawa Barat.

"Laporan dari sana kalau dilihat dari variabel NO2, CO, SO2, O3, serta PM10 dalam kondisi baik. Kalau untuk Bandung Raya gak ada pengukuran secara langsung yang bisa jadi acuan," terang Prakirawan Cuaca BMKG Bandung, Yan Firdaus saat dikonfirmasi wartawan, Senin (18/7/2022).

Dia menjelaskan, pantauan di aplikasi pemantau kualitas udara yang tersedia di telepon pintar bisa saja jadi acuan awal bagi masyarakat dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Namun untuk pengambilan kebijakan dan hal-hal umum lainnya, harus mengacu pada data ilmiah dan riset.

"Kalau untuk kepastian kualitas udara di Bandung Raya kita masih ada keterbatasan alat. Tapi bisa saja pantauan di aplikasi yang ada jadi rujukan untuk aktivitas keseharian, walaupun untuk jadi parameter sebuah kebijakan harus ada riset lebih detail," tuturnya.

AirVisual adalah aplikasi untuk mengukur indeks kualitas udara di suatu tempat. Ada enam jenis polutan yang dipantau, yakni PM2.5, PM10, karbon monoksida, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan gas ozon. Nantinya perhitungan polutan menghasilkan skor dari 0-500 sebagai standar penilaian kualitas udara.
(msd)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1569 seconds (11.97#12.26)