Garda Depan Penanganan COVID-19, PPDS Unair Dapat Keringanan UKT
Jum'at, 26 Juni 2020 - 18:46 WIB
loading...
Sebanyak 1.800 mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Airlangga (Unair) mendapatkan keringanan UKT. Foto/Ilustrasi/Dok.SINDOnews/Ali Masduki
A
A
A
SURABAYA - Sebanyak 1.800 mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Airlangga (Unair) mendapatkan keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT).
(Baca juga: Anak Petani Asal Paluta Raih Adhi Makayasa Taruna AAU 2020 )
Pemberiaan keringanan itu tak lepas dari kontribusi para PPDS dalam penanganan COVID-19. Mereka menjadi garda depan dalam membantu masyarakat dalam menanggani virus Corona.
Rektor Unair, M. Nasih menuturkan, saat ini ada 1.800 mahasiswa PPDS Unair yang menjalani praktik di sejumlah rumah sakit di Surabaya. Metode pendidikan para PPDS ini berbeda dengan mahasiswa di fakultas lain. Rumah sakit bagi para PPDS adalah serupa laboratorium belajar.
"Dalam katagori ini, semakin banyak kasus maka semakin menunjukkan kompetensi seseorang teruji," kata Nasih, Jumat (26/6/2020). (Baca juga: Tangis Haru Sumiyati, Pulang Dari Papua Diantar Prajurit Kostrad )
Ia melanjutkan, karena keterampilan itu, model pembelajaran pendidikan dokter juga berbeda dengan mahasiswa di fakultas lain. Sehingga hubungan atau pola interaksi antara peserta dengan para pendidik berbeda.
Di masa pandemi COVID-19 ini, katanya, terjadi kasus begitu banyak yang harus mereka hadapi. "Kami tetap memberikan kepedulian bangsa dengan menangani COVID-19 ini dan kami juga menjaga kesehatan dan keselamatan mereka," ungkapnya.
(Baca juga: Anak Petani Asal Paluta Raih Adhi Makayasa Taruna AAU 2020 )
Pemberiaan keringanan itu tak lepas dari kontribusi para PPDS dalam penanganan COVID-19. Mereka menjadi garda depan dalam membantu masyarakat dalam menanggani virus Corona.
Rektor Unair, M. Nasih menuturkan, saat ini ada 1.800 mahasiswa PPDS Unair yang menjalani praktik di sejumlah rumah sakit di Surabaya. Metode pendidikan para PPDS ini berbeda dengan mahasiswa di fakultas lain. Rumah sakit bagi para PPDS adalah serupa laboratorium belajar.
"Dalam katagori ini, semakin banyak kasus maka semakin menunjukkan kompetensi seseorang teruji," kata Nasih, Jumat (26/6/2020). (Baca juga: Tangis Haru Sumiyati, Pulang Dari Papua Diantar Prajurit Kostrad )
Ia melanjutkan, karena keterampilan itu, model pembelajaran pendidikan dokter juga berbeda dengan mahasiswa di fakultas lain. Sehingga hubungan atau pola interaksi antara peserta dengan para pendidik berbeda.
Di masa pandemi COVID-19 ini, katanya, terjadi kasus begitu banyak yang harus mereka hadapi. "Kami tetap memberikan kepedulian bangsa dengan menangani COVID-19 ini dan kami juga menjaga kesehatan dan keselamatan mereka," ungkapnya.
Lihat Juga :