PSBB Dihentikan, IDI Jabar Imbau Warga Waspadai OTG

Jum'at, 26 Juni 2020 - 16:45 WIB
loading...
PSBB Dihentikan, IDI...
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengimbau keputusan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil yang tidak melanjutkan PSBB proporsional harus dibarengi kewaspadaan terhadap OTG. Foto/Ilustrasi/SINDOnews.dok
A A A
BANDUNG - Keputusan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang tidak melanjutkan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB ) proporsional harus tetap dibarengi kewaspadaan terhadap penularan COVID-19 , khususnya dari orang tanpa gejala (OTG).

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jabar, Eka Mulyana mengatakan, kebijakan tersebut sudah menjadi keputusan Pemprov Jabar. Sebagai organisasi yang menaungi para dokter, pihaknya menyikapi kebijakan tersebut lewat peningkatan kewaspadaan terhadap kemungkinan penyebaran COVID-19. (Baca juga: Kecuali Bodebek, Ridwan Kamil Nyatakan PSBB Jabar Tak Dilanjutkan)

Oleh karena itu, lanjut Eka, penghentian penerapan PSBB di Provinsi Jabar tak akan mengendurkan kewaspadaan tenaga kesehatan dalam mengantisipasi potensi penularan COVID-19. Pasalnya, penularan COVID-19 masih dapat terjadi dari orang-orang tanpa gejala. (Baca juga: Selama Pandemi COVID-19, 1.355 Perempuan di Kota Bandung Jadi Janda)

"Tugas kami tenaga medis perlu waspada karena pandemi masih berlangsung. Artinya, transmisi penularan masih berlangsung juga. Kami tenaga medis, mau sekarang rendah, besok tinggi, tingkat kewaspadaan tetap tinggi. Siap tidak siap, kita harus siap," tegasnya, Jumat (27/6/2020).

Eka menjelaskan, meskipun tingkat reproduksi COVID-19 di Provinsi Jabar cenderung rendah dan pengembangan vaksin serta obat COVID-19 menunjukkan perkembangan positif, namun hal itu bukanlah jaminan bahwa COVID-19 cukup dipandang sebelah mata.

Menurutnya, penyakit yang menyerang saluran pernafasan ini berbeda dengan penyakit lainnya. Pasalnya, secara visual, gejala COVID-19 tidak bisa dilihat secara kasat mata. "Kalau COVID-19 ini seperti orang sehat saja. Dia bisa ke mall, ke tempat lainnya tapi masih ada potensi menularkan," terangnya.

Untuk meningkatkan kewaspadaan kepada masyarakat di tengah penerapan adaptasi kebiasaan baru (AKB), Eka menyarankan agar pemerintah menggandeng tokoh masyarakat maupun alim ulama dalam sosialisasi pencegahan COVID-19.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diinisiasi Kejaksaan,...
Diinisiasi Kejaksaan, Daerah Harus Siap Sambut Pidana Kerja Sosial
Tinjau Pabrik Air Mineral...
Tinjau Pabrik Air Mineral di Mekarsari, BPKN Pastikan Pengelolaan Sesuai Regulasi
Entaskan Kemiskinan,...
Entaskan Kemiskinan, DPRD Jabar Minta Pemprov Tingkatkan Kolaborasi Multipihak
Bey Machmudin Lantik...
Bey Machmudin Lantik Herman Suryatman Jadi Sekda Jabar di Gedung Sate
Dinkes Jabar: 36 Warga...
Dinkes Jabar: 36 Warga Meninggal Dunia Akibat DBD, Terbanyak Wilayah Bogor
Ridwan Kamil Berpesan...
Ridwan Kamil Berpesan untuk Terus Jaga Prestasi Jawa Barat
Daftar SMA dan SMK yang...
Daftar SMA dan SMK yang Masuk Sekolah Maung 2026 di Jabar, Lengkap Jadwal SPMB
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
IHC RSPP dan IDAI Gelar...
IHC RSPP dan IDAI Gelar Pelatihan Penanganan Kondisi Bahaya pada Anak
Rekomendasi
5 Alasan Iran Serang...
5 Alasan Iran Serang Bahrain dan Kuwait, Menekan AS Memenuhi Tuntutan Teheran
Dasco Sebut Satgas Mulai...
Dasco Sebut Satgas Mulai Gelar Rapat Antisipasi Gelombang PHK Pekan Depan
Mengapa Komunitas Internasional...
Mengapa Komunitas Internasional Tak Bisa Menghentikan Gazanisasi di Lebanon?
Berita Terkini
Tragis! Wanita Tewas...
Tragis! Wanita Tewas usai Jatuh dari Lantai 27 Apartemen di Cempaka Putih
KORPRI Lebak Tantang...
KORPRI Lebak Tantang 1.700 Pelari di Ajang RUNK5BITUNG 2026
Momen Siswa SRMP 17...
Momen Siswa SRMP 17 Tabanan Curhat ke Prabowo
Tembus 16,46 Juta Pengguna,...
Tembus 16,46 Juta Pengguna, LinkUMKM BRI Sukses Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
Pramono Tegaskan 2.843...
Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
Infografis
Diskon dan Pembebasan...
Diskon dan Pembebasan BBNKB untuk Warga Jakarta!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved