8 Strategi Perang Kerajaan Majapahit, Nomor 3 Seperti Amukan Gajah yang Secara Cepat Hancurkan Musuh

Senin, 11 Juli 2022 - 06:53 WIB
loading...
A A A
5. Cakra Byuha

Cakra Byuha menjadi strategi kelima perang dengan formasi pengepungan. Formasi perang ini dapat digunakan untuk masuk ke tengah-tengah medan peperangan yang sudah terkejut dahulu terjadi. Cakra Byuha dapat menghadap ke segala arah sesuai keadaan yang berkembang di medan perang yang sengit atau mengarah pada perang brubuh.

Baca juga: Tragis! Travel Seruduk Motor, 4 Orang Tewas di Jalan Raya Banyuwang-Situbondo

6. Gedhong Minep

Gedhong Minep, strategi keenam yang dijalankan Majapahit saat perang. Strategi ini dilancarkan guna menjebak musuh yang berjumlah lebih sedikit, dengan cara memancing pasukan lawan untuk masuk ke dalam gelar. Sesudah masuk di tengah pasukan lawan akan dikurung dan dihancurkan.

Strategi ini tidak efektif ketika jumlah pasukan seimbang atau lebih banyak, karena kepungannya lambat laun akan jebol. Panglima dari strategi Gedhong Minep berada di dalam lingkaran yang tertutup rapat. Senapati berada di tengah, dikelilingi bawahan dan prajurit.

7. Samudra Rob

Samudra Rob, jadi strategi andalan ketujuh yang digunakan Kerajaan Majapahit. Strategi ini memiliki arti gelombang lautan yang sedang pasang. Strategi perang Samudra Rob mengharuskan pasukan bergerak maju secara teratur, berlapis-lapis, dan bertubi-tubi, tanpa ada habisnya seperti gerak gelombang laut.

8. Pasir Wutah

Terakhir Pasir Wutah, menjadi strategi perang yang muncul dengan sendirinya ketika para prajurit dan senapati tidak bisa mempertahankan tata letak, tata serang, atau daya pertahanannya. Strategi ini amat kacau karena setiap prajurit bergerak bebas tanpa aturan.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kisah Pilu Mpu Prapanca,...
Kisah Pilu Mpu Prapanca, Difitnah Kaum Bangsawan dan Diusir dari Istana Majapahit
Kisah Moksa Mahapatih...
Kisah Moksa Mahapatih Gajah Mada di Air Terjun Madakaripura
Pentas Seni Bregada...
Pentas Seni Bregada Prajurit Nusantara Berpotensi Tingkatkan Kunjungan Wisatawan
Kisah Gumbreg, Pasukan...
Kisah Gumbreg, Pasukan Barisan Berani Mati Bung Tomo yang Tembak Pesawat Tempur di Perang November 1945
Harmonisasi Majapahit...
Harmonisasi Majapahit dan Campa Mulai dari Pernikahan Politik hingga Pemberian Suaka ke Raja
Kisah Raja Tribhuwana...
Kisah Raja Tribhuwana Tunggadewi Mempercayakan Perempuan Memimpin di Majapahit
Militer AS Tutupi Jumlah...
Militer AS Tutupi Jumlah Korban Luka dan Tewas, Malu karena Kalah Perang Iran?
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Rekomendasi
4 Negara Bebas Kewajiban...
4 Negara Bebas Kewajiban Parkir DHE SDA di Himbara, Pemerintah Beri Kelonggaran
Gugatan terhadap Waketum...
Gugatan terhadap Waketum dan Sekjen PPP Dicabut, Kader Pilih Fokus Konsolidasi Partai
Minat Makin Tinggi,...
Minat Makin Tinggi, Perdagangan Pasar Fisik Emas secara Digital di ICDX Tumbuh 338%
Berita Terkini
Gejolak PPP Banten,...
Gejolak PPP Banten, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi
Kemenhut Bangun Rumah...
Kemenhut Bangun Rumah untuk Warga Terdampak Bencana Aceh Tamiang
Polisi Bakal Panggil...
Polisi Bakal Panggil Pengemudi Alphard dan Satpam yang Terlibat Cekcok di Bundaran HI
Sekda Tangsel Bambang...
Sekda Tangsel Bambang Ingatkan ASN Berikan Pelayanan Publik Sesuai Standar
Pramono Ungkap Alphard...
Pramono Ungkap Alphard Penerobos Lampu Merah di Bundaran HI Pakai Pelat Palsu
Minta Satpam Tak Dipecat,...
Minta Satpam Tak Dipecat, Pramono Ungkap CCTV Alphard Terobos Lampu Merah di Bundaran HI
Infografis
3 Pabrik Senjata Terbesar...
3 Pabrik Senjata Terbesar di Rusia yang Handal di Medan Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved