Juara Desa Wisata Nasional, Goa Bau di Pangandaran Berhasil Serap Tenaga Kerja
Jum'at, 26 Juni 2020 - 10:52 WIB
loading...
Lokasi Objek Wisata Desa Kertayasa/SINDOnews/Syamsul Maarif, S.Sy
A
A
A
PARIGI - Goa bau yang ada di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran berhasil meraih juara pertama sebagai desa wisata tingkat nasional tahun 2019.
Prestasi tersebut diraih Desa Kertayasa dalam even lomba Desa Wisata Nusantara yang digelar oleh Kementerian Desa dan penganugrahan diserahkan di Sleman, Yogyakarta 10 Desember 2019.
Ketua BUMDES Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Teten Sutarjo, mengatakan, goa bau merupakan salah satu unit usaha yang dikelola oleh BUMDES berdiri pada tahun 2012. Inspirasi pengelolaan goa bau dimaksimalkan oleh masyarakat secara gotong royong dengan tekad mengoptimalkan potensi keindahan alam yang dimiliki.
"Pada tahun 1993 dibuka objek wisata green canyon, berkaca dari itu kami memiliki tekad untuk melakukan inovasi dan pemanfaatan goa bau," kata Teten.
Modal pertama merintis BUMDES dianggarkan dari Dana Desa senilai Rp50 juta pada 27 Nopember 2012 dan di akhir pembukuan tahun 2013 baru bisa menghasilkan pendapatan Rp60 juta.
Setiap tahun pendapatan BUMDES terus mengalami peningkatan yang signifikan dan mampu membuka unit usaha lain. "Unit usaha lainnya yang berhasil dikembangkan diantaranya, jasa wisata, body rapting, kios desa, warung BUMDES, penyewaan perahu, foto copy, BRI link," tambahnya.
Prestasi tersebut diraih Desa Kertayasa dalam even lomba Desa Wisata Nusantara yang digelar oleh Kementerian Desa dan penganugrahan diserahkan di Sleman, Yogyakarta 10 Desember 2019.
Ketua BUMDES Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Teten Sutarjo, mengatakan, goa bau merupakan salah satu unit usaha yang dikelola oleh BUMDES berdiri pada tahun 2012. Inspirasi pengelolaan goa bau dimaksimalkan oleh masyarakat secara gotong royong dengan tekad mengoptimalkan potensi keindahan alam yang dimiliki.
"Pada tahun 1993 dibuka objek wisata green canyon, berkaca dari itu kami memiliki tekad untuk melakukan inovasi dan pemanfaatan goa bau," kata Teten.
Modal pertama merintis BUMDES dianggarkan dari Dana Desa senilai Rp50 juta pada 27 Nopember 2012 dan di akhir pembukuan tahun 2013 baru bisa menghasilkan pendapatan Rp60 juta.
Setiap tahun pendapatan BUMDES terus mengalami peningkatan yang signifikan dan mampu membuka unit usaha lain. "Unit usaha lainnya yang berhasil dikembangkan diantaranya, jasa wisata, body rapting, kios desa, warung BUMDES, penyewaan perahu, foto copy, BRI link," tambahnya.
Lihat Juga :