Bocah Tewas Dianiaya di Kapal ke Makassar, Status Kalapas Kendal Masih Saksi
Rabu, 06 Juli 2022 - 23:07 WIB
loading...
Nama Kepala Lapas (Kalapas) Kendal, Rusdedy, ikut terseret dalam kasus kematian bocah berinisial DP (12), yang diduga dianiaya di atas kapal tujuan Kota Makassar. Foto/Ilustrasi
A
A
A
MAKASSAR - Nama Kepala Lapas (Kalapas) Kendal, Rusdedy, ikut terseret dalam kasus kematian bocah berinisial DP (12), yang diduga dianiaya di atas kapal tujuan Kota Makassar. Orang tua korban menuding Rusdedy sebagai pemicu penganiayaan yang menewaskan sang buah hati.
Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP Yudi Frianto, menyampaikan status Rusdedy hingga kini masih sebatas saksi. Musababnya, belum ada petunjuk atau bukti perihal keterlibatan orang nomor satu di Lapas Kendal tersebut.
Baca Juga: Polisi Tetapkan 6 Tersangka Kasus Penganiayaan Bocah di Atas Kapal hingga Tewas
Ia menegaskan saat ini pihaknya berfokus pada penuntasa kasus penganiayaan yang menewaskan DP. Terlebih, sejauh ini kepolisian telah menetapkan sejumlah tersangka, dan belum menemukan keterlibatan Kalapas Kendal.
"Kalapas Kendal Rusdedy ini masih saksi. Dari pemeriksaan 6 tersangka itu ya belum mengatakan di situ bahwasanya Kalapas (Kendal) itu menyuruh melakukan pemukulan. Baik itu ajudannya langsung, tidak ada yang mengatakan itu," kata Yudi, Rabu (6/7/2022).
Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP Yudi Frianto, menyampaikan status Rusdedy hingga kini masih sebatas saksi. Musababnya, belum ada petunjuk atau bukti perihal keterlibatan orang nomor satu di Lapas Kendal tersebut.
Baca Juga: Polisi Tetapkan 6 Tersangka Kasus Penganiayaan Bocah di Atas Kapal hingga Tewas
Ia menegaskan saat ini pihaknya berfokus pada penuntasa kasus penganiayaan yang menewaskan DP. Terlebih, sejauh ini kepolisian telah menetapkan sejumlah tersangka, dan belum menemukan keterlibatan Kalapas Kendal.
"Kalapas Kendal Rusdedy ini masih saksi. Dari pemeriksaan 6 tersangka itu ya belum mengatakan di situ bahwasanya Kalapas (Kendal) itu menyuruh melakukan pemukulan. Baik itu ajudannya langsung, tidak ada yang mengatakan itu," kata Yudi, Rabu (6/7/2022).
Lihat Juga :