ASN Ikut Deklarasi Tim Tomy Satria-Andi Makkasau, Bawaslu Diminta Bertindak
Kamis, 25 Juni 2020 - 19:34 WIB
loading...
A
A
A
"Bawaslu tidak boleh tutup mata soal ini, apalagi yang bersangkutan merupakan pejabat yang seharusnya menjadi contoh untuk seluruh ASN di Bulukumba. Bawaslu harus bertindak," harap Jafar.
Selain itu, menurut Jafar deklarasi yang dilakukan Tomy Satria Yulianto-Andi Makkasau tidak lagi peduli dengan protokol kesehatan di masa pandemi COVID-19 saat ini.
"Kedua dalam foto tersebut terlihat peserta dan oknum ASN itu tidak lagi peduli terhadap protokol kesehatan dalam masa pendemi COVID-19, yaitu tidak ada jaga jarak dan juga terlihat beberapa peserta yang tdak menggunakan masker," ujarnya.
Selain dihadiri langsung Tomy Satria Yulianto-Andi Makkasau, kegiatan deklarasi tersebut juga dihadiri anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba dari partai PKB dan PDIP. Hal itu dianggap tidak memberikan edukasi yang baik untuk masyarakat.
"Parahnya lagi karena dihadiri oleh anggota DPRD dari PDIP dan PKB, yang sepertinya mereka telah mengajarkan pada kami (masyarakat) betapa tidak pentingnya lagi protokol kesehatan (jaga jarak dan masker) di keramaian. Padahal kita tahu bersama bahwa pasien COVID-19 di Bulukumba terus meningkat," ungkapnya.
Selain itu, menurut Jafar deklarasi yang dilakukan Tomy Satria Yulianto-Andi Makkasau tidak lagi peduli dengan protokol kesehatan di masa pandemi COVID-19 saat ini.
"Kedua dalam foto tersebut terlihat peserta dan oknum ASN itu tidak lagi peduli terhadap protokol kesehatan dalam masa pendemi COVID-19, yaitu tidak ada jaga jarak dan juga terlihat beberapa peserta yang tdak menggunakan masker," ujarnya.
Selain dihadiri langsung Tomy Satria Yulianto-Andi Makkasau, kegiatan deklarasi tersebut juga dihadiri anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba dari partai PKB dan PDIP. Hal itu dianggap tidak memberikan edukasi yang baik untuk masyarakat.
"Parahnya lagi karena dihadiri oleh anggota DPRD dari PDIP dan PKB, yang sepertinya mereka telah mengajarkan pada kami (masyarakat) betapa tidak pentingnya lagi protokol kesehatan (jaga jarak dan masker) di keramaian. Padahal kita tahu bersama bahwa pasien COVID-19 di Bulukumba terus meningkat," ungkapnya.
Lihat Juga :