Selingkuh 7 Kali, Istri Dibacok Suami yang Residivis Pembunuhan hingga Bersimbah Darah

Jum'at, 01 Juli 2022 - 17:04 WIB
loading...
Selingkuh 7 Kali, Istri Dibacok Suami yang Residivis Pembunuhan hingga Bersimbah Darah
Mantan napi kasus pembunuhan, kembali ditangkap polisi karena melakukan penganiayaan berat kepada istrinya di Desa Gemarang, kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi. Foto/iNews TV/Asfi Manar
A A A
NGAWI - Eko Budiono (34) harus kembali berurusan dengan polisi, usai sepekan bebas dari penjara. Residivis kasus pembunuhan ini, dengan sadis membacok istrinya sendiri, Binti Rokani (24) hingga luka parah bersimbah darah.

Baca juga: Edan! Dibacok Berkali-kali, Siswa SMK di Ciomas Banten Tidak Terluka Serius

Pembacokan brutal itu, dilakukan Eko Budiono di rumah mertuanya di Desa Gemarang, kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi. Pelaku tega membacok istrinya sendiri, karena emosi ditolak untuk bertemu istrinya.



Saat itu pelaku datang ke rumah mertuanya, hendak mengantarkan seragam sekolah anak mereka. "Saya mengantarkan seragam untuk anak. Tetapi istri saya menolak bertemu dengan kata-kata kasar," ujar Eko Budiono.

Baca juga: Perjuangan Brigadir Polisi Mudiyanto Cerdaskan Anak Bangsa di Perbatasan Indonesia

Eko Budiono juga mengaku, tega membacok istrinya sendiri hingga terluka parah, karena cemburu istrinya telah selingkuh. "Istri saya mengakui telah tujuh kali selingkuh, tapi saya tidak mau cerai," ungkapnya di hadapan polisi.

Akibat bacokan parang, Binti Rokani kini kondisinya kritis dan harus menjalani perawatan intensif di ruang ICU RSUD Soeroto Ngawi. Korban mengalami luka bacok parah di kepala, dan banyak mengeluarkan darah.

Baca juga: Dramatis! Prajurit TNI AD Selamatkan Orangutan yang Tersesat Kembali ke Habitatnya

Kasat Reskrim Polres Ngawi, AKP Toni Hermawan mengatakan, pembacokan yang dilakukan oleh pelaku terhadap istrinya tersebut, dilandasi rasa cemburu dan sakit hati. "Kami sudah menangkap pelaku, dan menyita barang bukti berupa parang untuk kepentingan penyelidikan," tegasnya.
(eyt)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2059 seconds (11.252#12.26)