Reproduksi COVID-19 Cenderung Naik, Warga Jabar Wajib Tetap Jaga Jarak
Kamis, 25 Juni 2020 - 15:57 WIB
loading...
A
A
A
"Upaya lain juga dilakukan, misalkan di Kota Bandung dimana beberapa ruas jalan mulai jam 9 malam sampai 6 pagi ditutup karena ada kecenderungan angka positif yang naik. Ini upaya antisipasi agar pertumbuhan COVID-19 tidak terus meningkat," sambung Daud.
Lebih jauh Daud mengatakan, untuk mengantisipasi kasus baru COVID-19 kembali meningkat di Jabar, pihaknya bakal terus menggelar tes COVID-19 secara masif yang difokuskan di pasar-pasar tradisional, stasiun dan terminal, hingga kawasan wisata. "Ini upaya untuk mendapatkan peta komprehensif dari penyebaran COVID-19," imbuhnya.
Bahkan, khusus untuk pelaksanaan tes COVID-19 di kawasan wisata, pihaknya berencana memperluas area jangkauan tes masif. Setelah sebelumnya menggelar tes COVID-19 melalui operasi gabungan di kawasan wisata Puncak, pihaknya berencana menggelar operasi gabungan di kawasan wisata lainnya, seperti Lembang di Kabupaten Bandung Barat dan Ciwideuy di Kabupaten Bandung, serta kawasan wisata lainnya.
"Akhir minggu kemarin rapid test di tempat wisata di Puncak, minggu ini akan rapid test (penumpang) KRL dari Jakarta. Tes masif dari Bogor mungkin akan ke Lembang, Ciwideuy, dan tempat lain," paparnya. (Baca: Ventilator Inovasi Unpad-ITB Mulai Disebar ke Seluruh Indonesia )
Daud menambahkan, pihaknya juga mengingatkan pengelola kawasan wisata yang sudah diizinkan buka benar-benar menerapkan protokol pencegahan COVID-19 dan membatasi ketat jumlah pengunjung yang masuk ke kawasan wisata yang dikelolanya. "Kepada pengusaha, kita minta surat pernyataan untuk menerapkan protokol kesehatan dengan benar, seperti adanya pembatasan jumlah pengunjung," tandasnya.
Lebih jauh Daud mengatakan, untuk mengantisipasi kasus baru COVID-19 kembali meningkat di Jabar, pihaknya bakal terus menggelar tes COVID-19 secara masif yang difokuskan di pasar-pasar tradisional, stasiun dan terminal, hingga kawasan wisata. "Ini upaya untuk mendapatkan peta komprehensif dari penyebaran COVID-19," imbuhnya.
Bahkan, khusus untuk pelaksanaan tes COVID-19 di kawasan wisata, pihaknya berencana memperluas area jangkauan tes masif. Setelah sebelumnya menggelar tes COVID-19 melalui operasi gabungan di kawasan wisata Puncak, pihaknya berencana menggelar operasi gabungan di kawasan wisata lainnya, seperti Lembang di Kabupaten Bandung Barat dan Ciwideuy di Kabupaten Bandung, serta kawasan wisata lainnya.
"Akhir minggu kemarin rapid test di tempat wisata di Puncak, minggu ini akan rapid test (penumpang) KRL dari Jakarta. Tes masif dari Bogor mungkin akan ke Lembang, Ciwideuy, dan tempat lain," paparnya. (Baca: Ventilator Inovasi Unpad-ITB Mulai Disebar ke Seluruh Indonesia )
Daud menambahkan, pihaknya juga mengingatkan pengelola kawasan wisata yang sudah diizinkan buka benar-benar menerapkan protokol pencegahan COVID-19 dan membatasi ketat jumlah pengunjung yang masuk ke kawasan wisata yang dikelolanya. "Kepada pengusaha, kita minta surat pernyataan untuk menerapkan protokol kesehatan dengan benar, seperti adanya pembatasan jumlah pengunjung," tandasnya.
Lihat Juga :