Cuaca Buruk dan Kampanye Negatif, Ancam Petani Tembakau
Selasa, 28 Juni 2022 - 17:11 WIB
loading...
A
A
A
“Di wilayah Madura salah satunya. Tembakau bagi masyarakat Madura merupakan kultur budaya warisan leluhur. Pulau Garam sebagai salah satu jantung pertembakauan nasional juga harus tetap hidup,” sambung Soeseno.
Bupati Pamekasan Baddrut Tamam yang hadir dalam kesempatan itu juga menyepakati hal tersebut. Bagi masyarakat Madura, tembakau telah menjadi budaya sekaligus warisan turun-temurun. Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Pamekasan pun memiliki komitmen yang sama terhadap pelestarian tembakau sekaligus memperjuangkan nasib para petani tembakau.
Baca: Kapal Feri Diterjang Gelombang Tinggi Selat Bali, Truk Terguling Timpa Kendaraan Lain.
Tamam menambahkan, kesejahteraan petani tembakau juga telah menjadi prioritas pemerintah daerah dalam upaya pembangunan masyarakat desa. Pemkab Pamekasan misalnya telah memberikan fasilitas peralatan dengan penyediaan traktor tangan sampai akses permodalan yang mudah dan murah.
Dari sisi kebijakan, Pemkab Pamekasan juga menjadi salah satu daerah yang konkrit mengatur tata niaga tembakau demi menunjukkan keberpihakan serta menunjukkan komitmen untuk melindungi petani tembakau melalui Peraturan Daerah Pamekasan No. 4 Tahun 2015 tentang Tata Niaga, Budaya, dan Perlindungan Tembakau Madura.
Sementara Ketua APTI Pamekasan Samukrah menjelaskan bahwa petani tembakau di Pamekasan sudah dua kali gagal tanam karena hujan. Akibatnya saat ini luas tanam tembakau di Pamekasan berkurang drastis. Tahun lalu, terdapat 24 ribu hektar lahan tembakau tertanam. Kini, hanya tersisa 15.000 hektar lahan, dengan lahan tertanam seluas 1.400 hektar.
Bupati Pamekasan Baddrut Tamam yang hadir dalam kesempatan itu juga menyepakati hal tersebut. Bagi masyarakat Madura, tembakau telah menjadi budaya sekaligus warisan turun-temurun. Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Pamekasan pun memiliki komitmen yang sama terhadap pelestarian tembakau sekaligus memperjuangkan nasib para petani tembakau.
Baca: Kapal Feri Diterjang Gelombang Tinggi Selat Bali, Truk Terguling Timpa Kendaraan Lain.
Tamam menambahkan, kesejahteraan petani tembakau juga telah menjadi prioritas pemerintah daerah dalam upaya pembangunan masyarakat desa. Pemkab Pamekasan misalnya telah memberikan fasilitas peralatan dengan penyediaan traktor tangan sampai akses permodalan yang mudah dan murah.
Dari sisi kebijakan, Pemkab Pamekasan juga menjadi salah satu daerah yang konkrit mengatur tata niaga tembakau demi menunjukkan keberpihakan serta menunjukkan komitmen untuk melindungi petani tembakau melalui Peraturan Daerah Pamekasan No. 4 Tahun 2015 tentang Tata Niaga, Budaya, dan Perlindungan Tembakau Madura.
Sementara Ketua APTI Pamekasan Samukrah menjelaskan bahwa petani tembakau di Pamekasan sudah dua kali gagal tanam karena hujan. Akibatnya saat ini luas tanam tembakau di Pamekasan berkurang drastis. Tahun lalu, terdapat 24 ribu hektar lahan tembakau tertanam. Kini, hanya tersisa 15.000 hektar lahan, dengan lahan tertanam seluas 1.400 hektar.
(nag)
Lihat Juga :