Irigasi Jebol Akibatkan Banjir dan Longsor Rusak Bangunan Mes Suster di Simalungun

Rabu, 22 Juni 2022 - 21:33 WIB
loading...
Irigasi Jebol Akibatkan Banjir dan Longsor Rusak Bangunan Mes Suster di Simalungun
Warga dan petugas sekolah Katolik St Antonius, Tiga Dolok, Dolok Panribuan, Simalungun, Sumatera Utara membersihkan material longsor akibat saluran irigasi jebol. Foto/Ist
A A A
SIMALUNGUN - Saluran irigasi jebol di Desa Tiga Dolok, Dolok Panribuan, Simalungun, Sumatera Utara akibat hujan deras yang turun Rabu (22/6/2022), sejak sore hingga malam hingga menyebabkan banjir dan longsor.

Musibah banjir dan longsor yang disebabkan jebolnya saluran irigasi di Kampung Sulim merobohkan tembok dekat sekolah hingga merusak bangunan dan mes suster sekolah Katolik St. Antonius di Tiga Dolok.

Baca juga: Banjir dan Longsor Terjang Solok, Ribuan Rumah Warga Terendam

Bahkan salah seorang suster dilaporkan mengalami luka-luka terkena batu dan material longsor. Namun sudah dirawat di rumah sakit.

Air saluran irigasi yang jebol juga menggenangi ruas jalan Pematangsiantar-Parapat di Tiga Dolok, sehingga arus lalu-lintas macet.

Bahkan salah seorang suster dilaporkan mengalami luka-luka terkena batu dan sudah dirawat di rumah sakit.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Simalungun, Manaor Silalahi mengatakan tidak ada korban jiwa banjir di Tiga Dolok. Namun ada korban luka.

Baca juga: Ajakan Bersetubuh Ditolak, Pria Ini Bunuh 2 Wanita di Penginapan Pantai Kalapacondong

Dia mengatakan, banjir disebabkan meluapnya air dari saluran irigasi yang jebol akibat hujan deras yang terjadi sejak sore hingga malam.

"Banjir akibat irigasi jebol sehingga air meluap dan longsor hingga menggenangi komplek salah satu sekolah dan jalan dari arah Pematangsiantar menuju Parapat dan sebaliknya," ujar Manaor.



Kepala BPBD Simalungun, Ramadhan Damanik didampingi Sekretaris Manaor Silalahi serta tim hingga malam masih di lokasi melakukan kaji cepat untuk menentukan langkah-langkah penanggulangan.
(shf)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1497 seconds (11.210#12.26)