Gawat, Pengantar Jenazah Terlibat Bentrok dengan Warga Saling Serang dengan Anak Panah

Selasa, 21 Juni 2022 - 21:28 WIB
loading...
Gawat, Pengantar Jenazah Terlibat Bentrok dengan Warga Saling Serang dengan Anak Panah
Ilustrasi membawa sajam. Foto: Istimewa
A A A
MAKASSAR - Sejumlah pengantar jenazah terlibat bentrok dengan warga saat melintas di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Sulawesi Selatan.

Dalam bentrok itu, lima orang yang diduga rombongan pengantar jenazah terkena anak panah dan harus dilarikan ke rumah sakit terdekat. Usai bentrokan, polisi pun enggan berkomentar.

Dalam rekaman video amatir, peristiwa bermula saat rombongan pengantar jenazah melintas dari arah Kota Makassar menuju perbatasan Kabupaten Maros. Tiba-tiba saja bentrokan pecah.

Baca juga: Rombongan Pengantar Jenazah dan Pengendara Bentrok di Jalan

Ketua RW005, Kelurahan Pai, Idrus mengatakan, bentrokan terjadi di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Pai. Rombongan pengantar jenazah berkendara menggunakan motor di depan ambulans.

"Setelah terlibat bentrok, rombongan pengantar jenazah yang berkendara motor putar arah. Salah seorang anggota rombongan tampak membentangkan busur panah ke arah warga," katanya, Selasa (21/6/2022).

Sementara itu, dari atas mobil ambulans terdapat salah seorang penumpang merekam video menggunakan telepon seluler. Mobil ambulans tampak menerobos bentrokan ke arah warga dan ikut menjadi sasaran amuk warga.

Baca: Dosen di Makassar Dianiaya Rombongan Pengantar Jenazah

Meski demikian, belum diketahui pemicu terjadinya bentrokan antara pengantar jenazah dengan warga tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban yang mengalami luka terkena anak panah telah dilarikan ke RS Daya Kota Makassar, untuk mengeluarkan anak panah yang menancap pada tubuhnya.

Hingga berita ini diturunkan, petugas kepolisian dari sektor Biringkanaya masih belum mau memberikan keterangan kepada wartawan. Saat dikonfirmasi, petugas menyerahkan kasus ini ke Polrestabes Makassar.
(san)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1538 seconds (10.55#12.26)