Dosen di Makassar Dianiaya Rombongan Pengantar Jenazah
Selasa, 14 Desember 2021 - 20:57 WIB
loading...
Tangkapan layar dari video yang menunjukkan aksi penganiayaan terhadap Setiawan (45) di Jalan Sunu, Kecamatan Tallo. Foto: Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - Sebuah video berdurasi 1 menit 21 detik menunjukan aksi dugaan kekerasan dilakukan olehrombongan pengantar jenazah di Kota Makassar. Rekaman CCTV tertanggal 14 Desember 2021, sekira pukul 14.50 Wita dibagikan akun instagram @daeng_becak.
Keterangan unggahan di akun tersebut mencantumkan lokasi kejadiannya di Jalan Sunu, Kecamatan Tallo. Sejumlah pemotor pengantar jenazah tampak merusak mobil merek Toyota Rush. Pemiliknya disebutkan dipukul hingga mengalami luka-luka.
Baca juga:Anarkis, Rombongan Pengantar Jenazah di Makassar Rusak Kendaraan Warga
Kapolsek Tallo, Kompol Saharuddin membenarkan kejadian tersebut. Korbannya adalah seorang dosen salah satu kampus swasta di Makassar, bernama Setiawan (45). "Luka di lengan, alis, betis, di wajah. Diduga dipukul benda tumpul dan kepalan tangan," ujarnya kepada SINDOnews.
Saat ini polisi menunggu laporan dari korban yang tengah mendapat perawatan medis di rumah sakit. "Kami juga sementara pelajari videonya. Terus kita cek tempat kejadian perkaranya di depan SMA 17. Anggota juga sudah ada di rumah sakit untuk ambil keterangan awal," tutur Saharuddin.
Keterangan unggahan di akun tersebut mencantumkan lokasi kejadiannya di Jalan Sunu, Kecamatan Tallo. Sejumlah pemotor pengantar jenazah tampak merusak mobil merek Toyota Rush. Pemiliknya disebutkan dipukul hingga mengalami luka-luka.
Baca juga:Anarkis, Rombongan Pengantar Jenazah di Makassar Rusak Kendaraan Warga
Kapolsek Tallo, Kompol Saharuddin membenarkan kejadian tersebut. Korbannya adalah seorang dosen salah satu kampus swasta di Makassar, bernama Setiawan (45). "Luka di lengan, alis, betis, di wajah. Diduga dipukul benda tumpul dan kepalan tangan," ujarnya kepada SINDOnews.
Saat ini polisi menunggu laporan dari korban yang tengah mendapat perawatan medis di rumah sakit. "Kami juga sementara pelajari videonya. Terus kita cek tempat kejadian perkaranya di depan SMA 17. Anggota juga sudah ada di rumah sakit untuk ambil keterangan awal," tutur Saharuddin.
Lihat Juga :