Bripda Diego Rumaropen Gugur, Ratusan Keluarga Datangi Kapolda Papua Tuntut Keadilan
Selasa, 21 Juni 2022 - 21:30 WIB
loading...
A
A
A
Jenderal bintang dua polisi tersebut, berkunjung ke Wamena, untuk memimpin langsung proses pengejaran para pelaku penyerangan yang menyebabkan Bripda Fernad Diego Rumaropen meninggal dunia.
Dalam pertemuan tersebut, pihak keluarga menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Kapolda Papua. Mereka menuntut keadilan bagi anak atau cucu mereka yang gugur dalam insiden berdarah, pada Sabtu (18/6/2022) di Distrik Napua, Kabupaten Jayawijaya.
Dalam pertemuan itu keluarga almarhum menyampaikan sejumlah kejanggalan atas meninggalnya Gogo sapaan akrab Bripda Fernad Diego Rumaropen. Paman korban, Erik Merani menyatakan, kejadian yang menimpa keponakannya adalah murni kelalaian dari Komandan Kompi, AKP Rustam yang saat itu mengajak Gogo pergi menembak sapi di daerah Napua, yang termasuk daerah merah tempat perlintasan KKB.
Baca juga: Kisah Ratu Nilakendra, Raja Kelima Pajajaran Penganut Sekte Tantra yang Mewajibkan Ritual Persetubuhan
Erik Merani yang juga merupakan anggota Pasukan Elite Polri, dari Satuan Densus 88 ini menuntut agar AKP Rustam harus dihukum dengan hukuman yang setimpal. "Ada berita yang beredar bahwa ini ulah KKB. Menurut saya ini janggal, kalau senjata direbut Dankinya juga pasti diserang KKB," ungkapnya.
Sementara itu Pendeta Alexander Mauri yang mewakili pihak keluarga besar almarhum, meminta agar hukum ditegakkan seadil-adilnya, karena bertanggungjawab atas meninggalnya Bripda Fernad Diego Rumaropen.
Dalam pertemuan tersebut, pihak keluarga menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Kapolda Papua. Mereka menuntut keadilan bagi anak atau cucu mereka yang gugur dalam insiden berdarah, pada Sabtu (18/6/2022) di Distrik Napua, Kabupaten Jayawijaya.
Dalam pertemuan itu keluarga almarhum menyampaikan sejumlah kejanggalan atas meninggalnya Gogo sapaan akrab Bripda Fernad Diego Rumaropen. Paman korban, Erik Merani menyatakan, kejadian yang menimpa keponakannya adalah murni kelalaian dari Komandan Kompi, AKP Rustam yang saat itu mengajak Gogo pergi menembak sapi di daerah Napua, yang termasuk daerah merah tempat perlintasan KKB.
Baca juga: Kisah Ratu Nilakendra, Raja Kelima Pajajaran Penganut Sekte Tantra yang Mewajibkan Ritual Persetubuhan
Erik Merani yang juga merupakan anggota Pasukan Elite Polri, dari Satuan Densus 88 ini menuntut agar AKP Rustam harus dihukum dengan hukuman yang setimpal. "Ada berita yang beredar bahwa ini ulah KKB. Menurut saya ini janggal, kalau senjata direbut Dankinya juga pasti diserang KKB," ungkapnya.
Sementara itu Pendeta Alexander Mauri yang mewakili pihak keluarga besar almarhum, meminta agar hukum ditegakkan seadil-adilnya, karena bertanggungjawab atas meninggalnya Bripda Fernad Diego Rumaropen.
Lihat Juga :