Harga Cabai Rawit di Bandung Barat Meroket Setara dengan Daging Sapi

Selasa, 21 Juni 2022 - 15:58 WIB
loading...
Harga Cabai Rawit di Bandung Barat Meroket Setara dengan Daging Sapi
Harga cabai rawit di pasar tradisional yang ada di KBB mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir dan kini harganya setara dengan daging sapi. Foto/MPI/Adi Haryanto
A A A
BANDUNG BARAT - Harga komoditas cabai di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus meroket. Kondisi tersebut dikeluhkan para pedagang dan juga konsumen karena kenaikannya sangat drastis.

Berdasarkan pantauan di dua pasar yakni Pasar Rajamandala Kulon dan Pasar Tagog Padalarang, harga cabai rawit domba menyentuh Rp100 ribu - Rp125 ribu per kilogram. Sedangkan harga cabai rawit hijau Rp70 ribu -Rp85 per kilogram.

Baca juga: 50 Ekor Kambing Mati Hanyut di Sungai Serang Semarang, Diduga Sengaja Dibuang

"Naiknya drastis, padahal normalnya cabai rawit domba hanya Rp40 ribu per kilogram dan cabai rawit hijau Rp30 per kilogram," kata salah seorang pedagang sayuran di Pasar Tagong Padalarang, Parman (62), Selasa (21/6/2022).

Dia mengatakan, kenaikan harga cabai rawit sudah terjadi sejak sebulan terakhir. Tidak diketahui apa yang jadi penyebab kenaikan dua komoditas tersebut. Hanya saja harga cabai kini melampaui harga daging ayam dan hampir setara dengan harga satu kilogram daging sapi.

"Cabai harganya naik terus, sekarang Rp100 ribu - Rp125 ribu. Itu sudah melebihi harga daging ayam dan setara dengan daging sapi," sambungnya.



Adanya kenaikan harga cabai ini membuat dirinya harus mengurangi jumlah pasokan. Pasalnya, di tengah harga komoditi cabai yang meroket bukan tidak mungkin dirinya menderita kerugian karena sepinya pembeli.

Sebab pelanggan juga banyak yang menolak dan mengurangi pembelian karena harga yang mahal. "Paling sekarang belanjanya dikurangi, yang asalnya 10 kilogram beli dari Pasar Caringin, sekarang paling Rp5 kilogram," imbuhnya.

Sementara pedagang sembako di Pasar Rajamandala Kulon, Rina (43) berharap pemerintah segera turun tangan mengendalikan harga. Ada kekhawatiran harga akan terus naik sehingga pembeli banyak yang tidak jadi belanja.

"Takutnya besok atau lusa naik lagi, terus tiba-tiba turun, kan kita rugi. Saya harap pemerintah bisa mengendalikan harga, kalau gak pasti gini susah juga," pungkasnya.
(msd)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1529 seconds (11.252#12.26)