Kendaraan Listrik Bakal Membawa Indonesia Menuju Zaman Emas Tahun 2045
Minggu, 19 Juni 2022 - 15:47 WIB
loading...
A
A
A
Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) Pemerintah Indonesia mencanangkan bahwa tahun 2025 akan terdapat 1.000 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Namun pemerintah saat ini menargetkan bahwa dalam tahun 2025 akan dibangun 2.465 SPKLU. jadi ini lebih tinggi dari rencana umum energi nasional.
“Menurut prediksi kami, di tahun 2025 kemungkinan jumlah tersebut akan jauh lebih terlampaui,” ujar Ika Maya Sari Khaidir.
Baca: Reklame Ilegal Marak di Kota Bandung, Satpol PP Pastikan Ditertibkan Berkala.
Menurut Perpres 55 Tahun 2019 tentang perceptaan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai atau Electric Vehicle (EV) untuk transportasi jalan, disampaikan bahwa 20 persen dari kendaraan roda 4 yang dijual harus mobil listrik di tahun 2025. Jadi, kata Ika, percepatan SPKLU akan seiring dengan percepatan produksi kendaraan listrik.
“Perkembangan terakhir kita melihat SPKLU menjadi lebih optimis dan paralel dengan semakin banyaknya EV yang akan dijual. terutama kita menambah optimisme itu dengan pembangunan dari Hyundai sudah membangun pabrik EV di cikarang. Dari 250 ribu itu target pembangunan 150 ribunya akan diproduksi EV,” jelasnya.
“Yang kita lihat Indonesia akan menjadi champion buat ekonomi hijau. Tagline saya adalah EV Make Indonesia Destroyed of Asia. Kita harus optimis untuk itu,” imbuhnya.
Bedah buku ini dibuka oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang menberikan keynote speech. Selain itu juga menghadirkan para pembedah yaitu Irjen Pol (P) Budi Setiyadi (Staf Utama Menteri Perhubungan/ Dirjen Hubdar Kemenhub RI Masa Bakti 2017-2022); Christian Abraham Gandawinata, (Head of Business Strategy Planning Hyundai); Daud Prasetio, (B&D Transformer Direktur Development); dan Henry Mulyadi (Owner United Bike).
“Menurut prediksi kami, di tahun 2025 kemungkinan jumlah tersebut akan jauh lebih terlampaui,” ujar Ika Maya Sari Khaidir.
Baca: Reklame Ilegal Marak di Kota Bandung, Satpol PP Pastikan Ditertibkan Berkala.
Menurut Perpres 55 Tahun 2019 tentang perceptaan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai atau Electric Vehicle (EV) untuk transportasi jalan, disampaikan bahwa 20 persen dari kendaraan roda 4 yang dijual harus mobil listrik di tahun 2025. Jadi, kata Ika, percepatan SPKLU akan seiring dengan percepatan produksi kendaraan listrik.
“Perkembangan terakhir kita melihat SPKLU menjadi lebih optimis dan paralel dengan semakin banyaknya EV yang akan dijual. terutama kita menambah optimisme itu dengan pembangunan dari Hyundai sudah membangun pabrik EV di cikarang. Dari 250 ribu itu target pembangunan 150 ribunya akan diproduksi EV,” jelasnya.
“Yang kita lihat Indonesia akan menjadi champion buat ekonomi hijau. Tagline saya adalah EV Make Indonesia Destroyed of Asia. Kita harus optimis untuk itu,” imbuhnya.
Bedah buku ini dibuka oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang menberikan keynote speech. Selain itu juga menghadirkan para pembedah yaitu Irjen Pol (P) Budi Setiyadi (Staf Utama Menteri Perhubungan/ Dirjen Hubdar Kemenhub RI Masa Bakti 2017-2022); Christian Abraham Gandawinata, (Head of Business Strategy Planning Hyundai); Daud Prasetio, (B&D Transformer Direktur Development); dan Henry Mulyadi (Owner United Bike).
(nag)
Lihat Juga :