Ribuan Orang Demo Tuntut Ungkap Otak Pelecehan Simbol Negara

Rabu, 24 Juni 2020 - 15:33 WIB
loading...
Ribuan Orang Demo Tuntut...
Tuntut Ungkap Otak Pelecehan Simbol Negara, Ribuan Orang Unjukrasa ke Mapolres. Foto/iNewsTV/Edy Irawan
A A A
BIMA - Ribuan orang pengunjukrasa yang tergabung dalam Forum Peduli Bima (FPB), menggelar aksi di depan Mapolres Bima Kota, Rabu (24/6/2020). Mereka menuntut mengungkapan otak pelaku pembuangan bendera merah putih.

Ada pun kejadian pembuangan bendera merah putih terjadi di kediaman Wali Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, pada Kamis (18/6/2020) lalu, oleh massa Front Masyarakat Peduli Transparansi (FMPT) Kota Bima. (Baca juga: Buang Bendera Merah Putih saat Demo, Massa FPR Dilaporkan ke Polisi )

Aksi massa yang berlangsung ditiga titik yakni, DPRD Kota Bima, Kantor Pemkot Bima, dan di depan Kantor Kepolisian Polres Bima Kota ini, sebagai bentuk kecintaannya terhadap tanah air NKRI terlebih bendera merah putih sebagai lambang negara yang telah dilecehkan oleh sekelompok orang tersebut.

Di hadapan Polisi, massa sekitar 1.500 orang yang turun pada aksi siang tadi, dengan tegas meminta penegakkan supremasi hukum atas kasus yang tengah viral issunya saat ini yakni pelecehan terhadap lambang negara.

Dalam orasinya, Jenderal aksi dari FPB, Syahbuddin, menegaskan, jika Kepolisian tidak segera mengungkap, menangkap, mengadili, menghukum pelaku pelecehan, penodaan dan pembuangan Bendera Merah Putih, maka dipastikan Kepolisian telah melakukan pembiaraan atas tindakan yang melanggar hukum.

Disampaikannya, bahwa aksi pelemparan bendera merah putih oleh massa Front Masyarakat Peduli Transparansi Kota Bima, telah melanggar ketentuan pidana pasal 154a KUHP, melanggar UU Nomor 14 tahun 2009 pasal 24, dan Peraturan Pemerintah Nomor 40 tahun 1958.

"Kepolisian tidak boleh lemah dalam menegakkan supremasi hukum. Jika tidak serius dalam menangani kasus ini, maka kami meminta kapolda NTB dan Kapolri untuk segera mencopot Kapolres Bima Kota," kata Syahbuddin.

Tak hanya itu, aksi dari massa FMPT Kota Bima pada Kamis pekan lalu itu, juga membuat peerusakan mobil tangki serta melakukan penganiayaan terhadap sopir tangki air bersih, Bahkan juga menyerang secara anarkis dan membabi buta di kediaman Wali Kota Bima, Muhammad Lutfi.

"Jika pelaku kriminalitas dengan cara premanisme seperti ini dibiarkan maka warga Kota Bima tidak akan merasakan Kamtibmas secara aman dan damai. Untuk itu, kami dari massa Forum Peduli Bima memberikan waktu 7x24 jam kepada pihak Aparat Kepolisian untuk segera melakukan tindakan hukum sesuai ketentuan," kata dia.

Aksi ribuan demonstran ini baru berakhir setelah 5 orang perwakilan beraudiensi dengan Kepolisian. Perwakilan massa pun diterima langsung Kasat Reskrim Polres Bima Kota, Iptu Hilmi Manossoh Prayugo di Ruangan Intelkam Polres Setempat.

Di hadapan perwakilan massa, Hilmi menjelaskan, kasus tersebut sudah masuk laporannya pada pihak penyidik Pidana Umum (Pidum) pada Jumat (19/6/2020) pasca sehari kejadian.

Dalam proses pengungkapan pelaku, Polres Bima Kota telah memeriksa 8 orang saksi baik dari massa FMPT Kota Bima maupun dari saksi mata yang berada di lokasi kejadian.

"Kepolisian Polres Bima Kota akan serius menuntaskan kasus yang telah dilaporkan tersebut. Hanya saja hingga saat ini, pemeriksaan saksi belum ada yang mengarah dan mengetahui siapa otak pelaku pelemparan Bendera Merah Putih di kediaman Wali Kota Bima. Untuk bukti petunjuk, kami pun masih mencari video pelaku pelemparan bendera yang dinilai melecehkan simbol NKRI," ungkap Hilmi saat diwawancarai usai beraudiensi dengan keterwakilan massa aksi.

Hilmi berpesan agar masyarakat memberikan kepercayaan penuh terhadapat pihak Kepolisian dalam menuntaskan beberapa kasus yang sebelumnya telah dilaporkan langsung oleh pelapor dari Warga dan Wali Kota Bima melalui Kuasa Hukumnya, Mochammad Casman.
(nth)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Karyawan Perkebunan...
Karyawan Perkebunan Sawit Diperiksa Polisi usai Pasang Bendera Merah Putih pada Anjing
Bendera Merah Putih...
Bendera Merah Putih Terpasang Nyaris Sentuh Tanah, Camat Silau Laut Minta Maaf
Ini Penampakan 3 Jenderal...
Ini Penampakan 3 Jenderal NII yang Ditangkap Polres Garut
3 Jenderal Negara Islam...
3 Jenderal Negara Islam Indonesia Diringkus Polres Garut, Ajak Masyarakat Makar
Bareskrim Mabes Polri...
Bareskrim Mabes Polri Bekuk MDF, Rumah Pelaku Parodi Lagu Indonesia Raya Kini Lengang
Bakar Bendera Merah...
Bakar Bendera Merah Putih, Wanita di Lampung Utara Dibekuk Polisi
Polri Gandeng Kemlu...
Polri Gandeng Kemlu dan Interpol Usut Pembakar Bendera Merah Putih
Sanksi Pidana Bagi Pelaku...
Sanksi Pidana Bagi Pelaku Parodi Berpotensi Memicu Rasa Benci kepada Negara
iNews Sore Live di iNews...
iNews Sore Live di iNews dan RCTI+ Sabtu Pukul 16.00: Polisi Tangkap ABG Peleceh Indonesia Raya
Rekomendasi
Perkuat Ekosistem Pendidikan,...
Perkuat Ekosistem Pendidikan, BTN Teken MoU Strategis dengan UNAIR
Selain Bos Maktour,...
Selain Bos Maktour, KPK Panggil Tiga Saksi Lain Kasus Kuota Haji
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
Berita Terkini
Kemendagri Dorong Percepatan...
Kemendagri Dorong Percepatan Penataan dan Registrasi Posyandu
Aksi Demo di Gedung...
Aksi Demo di Gedung DPR, Puluhan Mahasiswa Terlibat Aksi Dorong dengan Polisi
Biaya Operasional Tinggi,...
Biaya Operasional Tinggi, Gapasdap Minta Pemerintah Naikkan Tarif Angkutan Penyeberangan
Polda Metro Jaya: 3.588...
Polda Metro Jaya: 3.588 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Demo di DPR RI
Dukung Program MBG Dilanjutkan,...
Dukung Program MBG Dilanjutkan, Akademisi: Bermanfaat bagi Anak dan Masyarakat
Polda Metro Jaya Larang...
Polda Metro Jaya Larang Massa Demo Mahasiwa Masuk Jalur VIP Presiden Jerman
Infografis
Cilia Flores, Istri...
Cilia Flores, Istri Maduro yang Disebut Otak di Balik Kebijakan Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved